Home >  Berita >  Umum

PT Asdal Prima Lestari Diminta Tidak Intimidasi Masyarakat

PT Asdal Prima Lestari Diminta Tidak Intimidasi Masyarakat
Ilustrasi
Rabu, 26 April 2017 13:49 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Koordinator LSM Masyarakat Damai Mandiri (Madani) Aceh Selatan, T Sukandi mengecam keras tindakan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Asdal Prima Lestari yang melaporkan sebanyak 16 orang warga tiga gampong dalam Kecamatan Trumon Timur yakni Gampong Kapa Sesak, Titi Poben dan Alue Bujok ke Polres setempat.

Pengaduan yang dilayangkan PT Asdal terkait dugaan penyerobotan lahan HGU perusahaan tersebut.

Akibatnya, sebanyak 16 orang warga dipanggil oleh pihak polisi untuk diperiksa. 12 orang di antaranya dikenakan wajib lapor.

Baca: Dugaan Intimidasi Karyawan, Oknum Asisten PT Seumadam Dipanggil Dinas

Ads
"Tindakan PT Asdal Prima Lestari melaporkan warga ke polisi merupakan tindakan sangat biadab dan tidak berprikemanusiaan. Sebab perusahaan tersebut bukannya mengayomi dan memberdayakan masyarakat sekitar melainkan justru ingin menjerat mereka secara hukum," kata T Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (26/4/2017).

Tragisnya lagi, sambung Sukandi, PT Asdal Prima Lestari yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh orang luar Aceh Selatan, datang dan membuka usaha di Kecamatan Trumon Timur, justru tidak memberikan kontribusi maksimal kepada daerah dan masyarakat setempat.

Keberadaan perusahaan tersebut, malah semakin menyengsarakan masyarakat sekitar lokasi areal perkebunan.

"Kondisi seperti itu persis bagaikan di zaman penjajahan Belanda dulu. Pemodal-pemodal berduit datang menggarap lahan wilayah Aceh Selatan, sementara warga sekitar terus tergusur. Seperti kata pepatah Aceh 'Buya Krueng Tedong-dong Buya Tamong Meraseki," beber Sukandi.

Atas dasar itu, T Sukandi meminta kepada Pemkab Aceh Selatan, Pemerintah Provinsi Aceh dan Kementerian terkait di Jakarta segera mengevaluasi kembali izin HGU PT Asdal Prima Lestari di wilayah Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan.

Sehingga, keberadaan perusahaan tersebut mampu mendongkrak perekonomian masyarakat bukan justru makin menindas dan menyengsarakan masyarakat sekitar. 

"Kasus ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah, sebab lahan yang digarap oleh masyarakat tersebut belum tentu lahan HGU PT Asdal. Masyarakat setempat justru mengklaim, lahan tersebut merupakan bagian dari tanah ulayat yang telah digarap secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu," tandasnya.

Baca: Oknum Asisten PT Seumadam Diduga Intimidasi Karyawan Bentuk PUK SPPP-SPSI

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www