Home >  Berita >  Umum

PMI Pijay Gelar Program Bantuan Berbasis Tunai

PMI Pijay Gelar Program Bantuan Berbasis Tunai
Ilustrasi
Selasa, 25 April 2017 15:32 WIB
Penulis: Amiruddin

MEUREUDU - Palang Merah Indonesia (PMI) Pidie Jaya memulai kegiatan pemulihan untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana gempa bumi di kabupaten tersebut. Kegiatan ini merupakan dukungan lanjutan tanggap darurat pascagempa bumi yang melanda Aceh pada 7 Desember 2016 lalu. 

Demikian dikatakan Ketua PMI Pidie Jaya, Fakhruzzaman Hasballah kepada wartawan, Selasa (25/4/2017).

Baca: PMI Bireuen dan PT BAS Bantu Genset untuk Korban Gempa

“Operasi pemulihan PMI Pijay ini terdiri dari tiga kegiatan, yaitu pemulihan mata pencaharian, hunian dan air (sanitasi) melalui program bantuan berbasis tunai atau Cash Transfer Program (CTP)," katanya.

Ads
Menurut Fakhruzzaman, melalui program CTP, PMI Pijay akan menyalurkan dana untuk membantu memulihkan mata pencaharian masyarakat korban gempa kepada 500 Kepala Keluarga (KK) di 54 gampong di 5 kecamatan, yaitu Bandar Dua, Bandar Baru, Meureudu, Panteraja dan Tringgadeng.

“Dana bantuan senilai Rp 2,730,000 per KK akan dipergunakan untuk penyediaan kebutuhan dasar dan peralatan untuk menunjang kegiatan mata pencaharian masyarakat,” ucapnya.

Lanjut Fakhruzzaman, bantuan CTP untuk hunian (tempat tinggal) akan disalurkan kepada 500 KK. Bantuan ini menyediakan dana senilai Rp 4,550,000 per KK yang akan dipergunakan untuk penyediaan peralatan pertukangan untuk memperbaiki rumah masyarakat yang roboh atau rusak berat. 

Sedangkan bantuan CTP untuk air dan sanitasi akan diperuntukan bagi 700 KK di 39 gampong di 5 kecamatan, yaitu Meurah Dua, Bandar baru, Ulim, Panteraja dan Meureudu.

Baca: Kemenag RI Bantu Rp 1,3 Miliar untuk Korban Gempa Pidie Jaya

“Dukungan air dan sanitasi senilai Rp 910,000 per KK akan membantu warga dalam penyediaan akses terhadap air besih dan memperbaiki saluran air yang rusak akibat gempa,” ujar Fakhruzzaman.

Ia menjelaskan, program CTP ini akan berlangsung dari 22 April hingga 30 April 2017.

Sebelum penyaluran bantuan CTP ini dimulai, PMI sudah melakukan penilaian kebutuhan di gampong-gampong yang terdampak gempa agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Bantuan akan diperuntukkan bagi masyarakat yang tertimpa gempa dengan kondisi rumah roboh atau rusak berat untuk bantuan pemulihan mata pencaharian dan hunian.

Namun, untuk bantuan air dan sanitasi akan disalurkan kepada warga yang tinggal di wilayah pesisir pantai.

Dukungan CTP ini juga memprioritaskan kelompok rentan, yaitu KK yang memiliki wanita hamil, wanita menyusui, balita, lanjut usia, orang berkebutuhan khusus, dan KK yang dikepalai oleh wanita.

“CTP ini adalah bentuk komitmen dari PMI untuk membantu warga yang tertimpa bencana gempa akhir tahun lalu dan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandas Fakhruzzaman.

Baca: Seluruh Rumah Korban Gempa di Samalanga Segera Dibangun

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Pidie Jaya
www www