Home >  Berita >  Hukrim

Asing Komentari Kasus Liwath di Aceh, WH Diminta tak Goyah

Jum'at, 21 April 2017 12:06 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - ‎Dalam sebulan terakhir, masyarakat Aceh digemparkan dengan penangkapan pasangan laki-laki penyuka sesama jenis atau homo (liwath), berinisial MH dan MT. Lokasinya di kawasan Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh (29/3/2017).‎
Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Tuanku Muhammad menyebutkan, penangkapan itu berawal dari kecurigaan warga yang melihat gerak-gerik keduanya yang terlihat aneh atau tidak lumrah.
 
Setelah ditangkap, keduanya diserahkan ke Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (polisi syariat) untuk diproses. Setelah diproses, mereka mengaku benar telah melakukan hubungan liwath
 
Sebagaimana diketahui khusus untuk Provinsi Aceh, sudah memiliki Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jinayah dan di dalamnya dibahas tentang homo/gay (liwath). Dalam Pasal Nomor 63 disebutkan, "Setiap orang yang sengaja melakukan jarimah liwath (homo seksual) diancam dengan uqubat takzir paling banyak 100 kali cambuk atau denda paling banyak 1000 gram emas murni atau penjara paling lama 100 Bulan". 
 
"Namun, saat sedang dilimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan oleh Satpol PP dan WH, pihak asing melalui lembaga Human Right Watch (HRW) yang berpusat di New York, Amerika Serikat, mengintervensi agar kasus ini dihentikan dan tidak diproses," ujar Tuanku Muhammad. 
 
Pihaknya menyesalkan adanya intervensi dari pihak asing terhadap kasus liwath di Aceh. Menurutnya, tidak ada urusan lembaga asing mencampuri urusan ini.
 
"Aceh sudah memiliki qanun yang melarang perkara ini. Siapa saja yang melakukan liwath maka harus diproses dengan Qanun Nomor 6 Tahun 2014,"‎ ujarnya kepada GoAceh, Jumat (21/4/2017).
 
Selain itu, Tuanku Muhammad juga menambahkan, akan mendukung sikap Satpol PP dan WH yang tidak mengubris permintaan lembaga asing yang meminta untuk tidak memperkarakan kasus ini. KAMMI Aceh siap turun untuk mengawal kasus ini, agar diproses sesuai dengan ketentuan Qanun Jinayah.  
 
"Kita tidak ingin Aceh dikotori dengan homoseksual. Jangan sampai generasi Aceh banyak melakukan perbuatan tercela ini. Ingat, 'Ini Aceh Bro, bukan Amerika'," tambahnya.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Hukrim, Aceh, Banda Aceh
www www