Pesan-pesan Zaini Abdullah Saat Buka Musrenbang di Gedung DPR Aceh

Pesan-pesan Zaini Abdullah Saat Buka Musrenbang di Gedung DPR Aceh
Musrenbang RKPA tahun 2018 di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Senin (17/4/2017). [ Ist]
Senin, 17 April 2017 23:21 WIB
Penulis: Safdar S
BANDA ACEH - Pada tahun ini Pemerintah Aceh mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan (Penas) tahun 2017, yang akan berlangsung pada 6-11 Mei mendatang.
Acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 35.000 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia, negara-negara Asean dan beberapa negara sahabat, demikian disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada Pembukaan Musrenbang RKPA tahun 2018 di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh Senin (17/4/2017.

Gubernur meminta kepada Kepala Pemerintahan Kabupaten/Kota dan seluruh panitia pelaksana untuk mempersiapkan dengan baik agar Aceh menjadi tuan rumah yang benar-benar memuliakan tamunya.
 
"Dalam kesempatan ini, saya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan kementerian dan lembaga terkait demi suksesnya Penas ini," ucap gubernur yang akan mengakhiri masa jabatannya Juni mendatang.
 
Dikatakannya, Musrenbang 2017 ini merupakan pelaksanaan Musrenbang terakhir dalam masa kepemimpinannya.
 
Untuk itu, dia berharap program dan kegiatan yang dihasilkan dari Musrenbang tersebut mampu menuntaskan seluruh visi dan misi pemerintahan Aceh, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam RPJM Aceh Tahun 2012-2017 dan merespons 10 tantangan pembangunan Aceh ke depan sebagai prioritas RKP Aceh 2018.
 
"Adapun prioritas RKPA adalah penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, membangun kedaulatan pangan, memperkecil disparitas antar wilayah, pembangunan sektor industri dan pariwisata, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pembangunan berwawasan lingkungan, Dinul Islam, penataan birokrasi, dan penguatan perdamaian," imbuhnya.
 
Menurutnya prioritas ini juga sesuai dengan visi dan misi Gubernur Aceh 2017-2022. Gubernur juga mengajak kepala Bappeda agar mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan panjang.
 
"Dalam merumuskan RKP Aceh 2018, saya mengingatkan saudara-saudara kepala Bappeda, hendaknya mengacu pada rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang."
 
"Memperhatikan dan mengikuti prinsip-prinsip perencanaan yang berdasarkan pada money follow program prioritas, tidak berdasarkan money follow function. Saya harapkan mulai tahun ini, seluruh proses perencanan sudah berbasiskan pada eplanning dan e-budgeting," harapnya. 
Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Pemerintahan, Aceh, Banda Aceh
www www