Home >  Berita >  Umum

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Publik Bahas Polemik KEK Arun

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Diskusi Publik Bahas Polemik KEK Arun
Peta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. [Foto Ditjen PP Kemenkuham]
Jum'at, 14 April 2017 16:21 WIB
BANDA ACEH -  Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) D-III bekerjasama dengan HMP Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh sukses menggelar Diskusi Publik Polemik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan tema "Peran Mahasiswa Dalam Percepatan Pembangunan KEK Arun Lhokseumawe"  di Aula Pascasarjana, UIN Ar-Raniry, Jumat (14/4/2017).
Kegiatan ini menghadiri tiga pemateri yang secara langsung terlibat dalam proses inisiasi KEK Arun Lhokseumawe, masing-masing Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan KEK Arun Lhokseumawe, Muhammad Abdullah, Anggota Tim Percepatan Pembangunan KEK Arun Lhokseumawe, Fathurrahman Anwar dan Praktisi Bisnis Migas yang pernah menjabat sebagai Vice Presiden Direktur di PT. Arun NGL, Fuad Bukhari.
 
 
Dalam paparannya, ketiga pemateri tersebut menjelaskan tentang Peraturan Pemerintah No 05 Tahun 2017, yang isinya sama sekali bertolak belakang dengan pengusulan awal dari Pemerintah Aceh, di mana Pemerintah Aceh melalui perusahaan daerah diharapkan dapat menjadi pemegang kendali atas pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe. 
 
Ketua Panitia Pelaksana, Rizki Ardial, menyampaikan bahwa kegiatan kali ini mendapat antusiasme yang sangat besar dari mahasiswa, hal ini dapat dilihat dari jumlah peserta yang mendaftar lebih dari 450 peserta dan itu di luar perkiraan panitia, yang hanya mempunyai waktu selama 4 hari untuk mempersiapkan kegiatan tersebut.
 
Dalam sambutan salah Penaggung Jawab Kegiatan, yang diwakili Ketua HMP D-III Perbankan Syariah, Rahmat Aulia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia, peserta dan pemateri yang telah menyukseskan diskusi tersebut.
 
"Saya berterima kasih dan mengapresiasi kepada seluruh panitia, peserta dan pemateri yang telah berkontribusi untuk menyukseskan acara ini. Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk memperlihatkan kepada masyarakat Aceh, bagaimana pentingnya KEK Arun Lhokseumawe tersebut."
 
 
"Mahasiswa terus membantu Pemerintah Aceh untuk mendorong pemerintah pusat merevisi PP No 05 Tahun 2017, sehingga pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dan Badan Usaha Milik Pemerintah Kabuten Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe, dengan melibatkan mitra strategis yang memiliki kemampuan modal dan manajemen perusahaan yang kuat," katanya.
 
Dengan demikian, tambah Rahmat Aulia, akan dapat menumbuhkan wirausaha baru di Aceh, sehingga tingkat PAD Aceh terus meningkat dan angka kemiskinan kian menurun, serta pendapatan dari KEK tersebut dapat menggantikan dana otsus Aceh yang hanya tersisa 10 tahun lagi.
 
Panitia kegiatan ini juga mengundang Karo Humas dan Protokol Provinsi Aceh, Mulyadi Nurdin. Juga dihadiri oleh Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Nurul Ihksan.
 
Kegiatan yang dibuka Sekretaris Prodi D-III Perbankan Syariah, Nevi Hasnita yang mewakili segenap civitas akademika Fakultas Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry di tutup dengan penyerahan Piagam penghargaan kepada pemateri, dan galang tanda tangan untuk memperlihatkan kepada pemerintah pusat, bahwa mahasiswa Aceh juga mendukung pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan KEK.
 
 
Di mana Pemerintah Aceh memegang kedaulatan penuh atas aset dan kekayaan alam yang ada di Aceh, sebagaimana yang telah tercantum dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA). (ril)
Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Umum, Aceh, Aceh Utara, Banda Aceh, Lhokseumawe
www www