Home >  Berita >  Aceh Timur

Demo Terkait Medco, DPRK Aceh Timur Diminta Peduli Nasib Rakyat

Demo Terkait Medco, DPRK Aceh Timur Diminta Peduli Nasib Rakyat
Warga Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Aceh, menuntut DPRK agar peduli nasib mereka terkait Pt Medco, Rabu (12/4/2017)
Rabu, 12 April 2017 14:55 WIB
Penulis: Ilyas Ismail

IDI - Seratusan warga Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, didampingi beberpa LSM menuntut DPRK setempat agar peduli nasib mereka, Rabu (12/4/2017). Pasalnya, mereka menilai tidak dipedulikan oleh PT Medco selama tiga tahun berkantor di desa mereka.

“Tiga tahun sudah PT Medco E&P Malaka berkantor di gampong kami, namun tenaga kerja termasuk cleaning service dan ofifce boy adalah warga Langsa,” kata Asril Ibrahim dalam orasinya di depan Kantor DPRK Aceh Timur, Rabu (12/7/2017).

Masyarakat Tanoh Anoe, dalam pernyataan sikapnya yang ditujukan kepada DPRK menyebutkan, PT Medco E&P Malaka, sebuah perusahaan pertambangan yang mengelola Blok A Aceh Timur.

Baca: Ini Agenda Bisnis Strategis Medco Energi Termasuk di Aceh

Ads
Serangkaian perjalanan selama mengelola Blok A Blang Nisam, Aceh Timur bekerja sama dengan mencont JEC, di awal bereperasi telah berkomitmen mengutamakan putra daerah sebagai tenaga kerja.

"Dalam perjalan semuanya diabaikan, apakah kami sebagai putra daerah hanya mampu menyaksikan orang luar mondar-mandir di kantor yang terletak di gampong kami," ujarnya.

Baca: DPRK Aceh Timur Tunda Rapat Koordinasi Soal Tenaga Kerja PT Medco

Masyarakat menuntut adanya tenaga kerja dari Gampong Tanoh Anoe melalui mekanisme perangkat gampong. Adanya kepedulian sosial dari pihak perusahaan dalam pembangunan gampong baik sarana maupun prasarana serta bakti sosial, ekonomi dan budaya.

Selain mereka meminta, berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan di gampong. Lalu, adanya dukungan kepemudaan dari pihak perusahaan kepada Gampong Tanoh Anoe.

"Hargai dan hormati resam Gampong Tanoh Anoe, jangan jadikan Aceh Timur sebagai sapi perah perusahaan Medco," tegasnya.

Baca: Medco Produksi Migas Tahun 2016 Mencapai 66 MBOEPD

Direktur LSM CSC, Jufri Zainuddin juga meminta DPRK untuk melihat kepentingan masyarakat dan melahirkan regulasi tentang tenaga kerja di Aceh Timur. Jangan sampai Blok A menjadi Arun ke dua di Aceh.

Akhirnya utusan para pendemo melakukan negosiasi dengan Ketua Komisi B, Amiruddin; Ketua Banleg, Irwanda; Sekretaris Komisi B, Asnawi; dan Kepala Disnaker Aceh, M Mansur.

Ketua Komisi B, Amiruddin mengaku pihaknya pada 25 April ini akan memanggil pihak PT Medco untuk menyampaikan tuntutan masyarakat. “Kami akan memamggil pihak perusahaan di Blok A untuk menyampaikan keluh kesah masyarakat,“ janji Amiruddin.

Setelah adanya kesepakatan, kemudian pendemo membubarkan dan kembali ke tempat masing-masing. Suasana demo damai tersebut berjalan dengan baik dan tidak ada kerusuhan apapun.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Timur, Umum
www www