Terkait Dualisme Ketua Forum Keuchik, Begini Kata Sekretaris APDESI Aceh Timur

Terkait Dualisme Ketua Forum Keuchik, Begini Kata Sekretaris APDESI Aceh Timur
Sekretaris DPC APDESI Aceh Timur, Zainuni.
Senin, 10 April 2017 20:06 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Sekretaris DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Zainuni menyebutkan, Ketua Forum Keuchik Aceh Timur, yang terpilih di Kantor BPMG (Badan Pemberdayaan Masyarakat Gampong) Aceh Timur pada November 2016, tidak diakui oleh seluruh keuchik di 514 gampong.
“Kita tidak terima Ketua Forum Keuchik yang dipilih di Kantor BPMG November lalu, yaitu sudara Munzir, karena sebelumnya kita telah memilih Mustafa A Rani (Keuchik Gampong Buket Pala Peureulak) sebagai Ketua Forum Keuchik Aceh Timur sejak tahun 2014, sepeninggal Alrm Keuchik Wandi,” kata Zainuni yang juga Keuchik Gampong Paya Bili Dua, Kecamatan Peudawa, kepada GoAceh, Senin (10/4/2017).

Baca juga: Dualisme Kepemimpinan Forum Keuchik
DPRK Aceh Timur Tunda Rapat Koordinasi Soal Tenaga Kerja PT Medco

Menurutnya, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (BPMG) telah jauh sekali mencampuri urusan Forum Keuchik Aceh Timur, sehingga melahirkan ketua forum yang baru tampa ada Musyawarah Daerah (Musda).

Ads
“Kita menilai pemilihan Ketua Forum Keuchik Aceh Timur yang diketuai oleh saudara Munzir saat ini, tidak domokratis, karena acara pemilihan dilaksanakan begitu saja dan tidak merujuk kepada ADRT Forum Keuchik,” kata Zainuni.

Untuk itu, Zainuni meminta, semua pihak baik itu eksekutif, legeslatif dan pihak lainya, untuk arif dan bijaksana dalam menyingkapi persoalan dualisme Ketua Forum Keuchik Aceh Timur.

“Hari ini kita tidak membela siapapun. Yang terpenting pembentukan Forum Keuchik yang baru, harus dengan aturan pembentukan sebuah organisasi, jangan asal main tunjuk saja,” harap Zainuni.

Lanjutnya, jika Ketua Forum Keuchik Aceh Timur, yang terpilih pada tahun 2014 di depan anggota DPRK Aceh Timur, Mustafa A Rani yang saat itu, kata Zainuni dipilih oleh 300 keuchik dalam wilayah Aceh Timur tidak dianggap sah, tentunya pemilihan Ketua Forum Keuchik Aceh Timur yang baru juga diangap tidak sah, karena selembar surat pun tidak disampaikan kepada Mustafa A Rani dan pengurusnya.

“Ini sangat tidak demokratis. Harapan kita tidak ada kepentingan dalam pemilihan Forum Keuchik Aceh Timur, silakan lakukan Musda secara transparan jangan main kepentingan kelompok,” kata Zainuni.

Sambungnya, jika persolan memikirkan nasib masyarakat Aceh Timur, tugas Keuchik sejak dari dulu mengurus kepentingan rakyat. “Harapan kita untuk kebaikan semua pihak termasuk masyarakat, mari kita duduk kembali untuk membentuk Ketua Forum Keuchik Aceh Timur secara transparan dan demokratis,” demikian Zainuni.

Editor : Zuamar
Kategori : Pemerintahan, Aceh Timur
www www