Dualisme Kepemimpinan Forum Keuchik

DPRK Aceh Timur Tunda Rapat Koordinasi Soal Tenaga Kerja PT Medco

DPRK Aceh Timur Tunda Rapat Koordinasi Soal Tenaga Kerja PT Medco
Ketua Forum Keuchik Aceh Timur, Mustafa A Rani alias Keuchilk Lambak (Baju Merah) saat Rapat Koordinasi dengan DPRK setempat, Senin (10/4/2017). [Ilyas Ismail]
Senin, 10 April 2017 15:03 WIB
Penulis: Ilyas Ismail

IDI - Rapat anggota DPRK Aceh Timur dengan Forum Keuchik se kabupaten setempat, terkait persolan tenaga kerja di CPP Blok A ditunda, Senin (10/4/2017).  Penyebabnya, terjadi perdebatan sengit tentang dualisme kepemimpinan Forum Keuchik se-Aceh Timur.

Pantauan GoAceh, pada awalnya DPRK Aceh Timur memanggil seluruh Ketua Forum Keuchik terkait adanya surat yang ditanda tangani oleh Munzir sebagai Ketua Forum Keuchik Aceh Timur yang meminta DPRK Aceh Timur untuk melakukan pengawasan kepada PT Medco E&P Malaka.

Baca: Keuchik Jangan Mengganti Aparatur Gampong Sesuka Hati

Namun setelah rapat dibuka Ketua Komisi B, Amiruddin, terjadi perdebatan terkait dualisme kepemimpinan Ketua Forum Keuchik se-Aceh Timur antara kubu Munzir yang terpilih pada Kantor BPMPKS pada November 2016 lalu dengan Mustafa A Rani yang terpilih di Kantor DPRK pada 2014 silam.

Ads
Perdebatan tersebut berlangsung sengit, sehingga Ketua Komisi B, Amiruddin, menunda rapat tersebut dan akan digelar kembali pada Kamis (13/4/2017) mendatang.

Pembahasan tentang surat dari Ketua Forum Keuchik Aceh Timur, Munzir akan dibahas kembali dalam rapat lanjutan.

Menurut Mustafa A Rani alias Keuchik Lambak, dirinya kecewa dengan pemilihan Forum Keuchik di Kantor BPMPKS.

“Seharusnya saat BPMPKS menggelar pemilihan Ketua Forum Keuchik, saya diberitahu. Masak saya tidak dihargai, sepatah kata pun mereka tidak membicarakan kepada saya yang telah memperjuangkan kenaikan gaji keuchik pada 2014,” kata Keuchik Lambak.

Ia menambahkan, Ketua Forum Keuchik yang terpilih pada November 2016 lalu tidak diakuinya.

Baca: PT Medco E&P Malaka Berangkatkan 40 Pemuda Aceh ke Cepu

“Jabatan Ketua Forum Keuchik bukan warisan indatu. Tapi setidaknya kita selaku orang tua, sebagai pemimpin gampong lebih arif dan bijaksana. Sampaikan ke saya walau sepatah dua patah kata, ini main pilih saja,” kata Keuchik Lambak dengan nada emosi.

Di depan Ketua Komisi B, Ia mengharapkan pemilihan Ketua Forum Keuchik Aceh Timur lebih demokratis.

“Jangan asal tunjuk, mari kita merujuk pada AD-ART Forum Keuchik yang ada di Aceh,” tandas Keuchik Lambak.

Sejumlah anggota Forum Keuchik  se Aceh Timur, mengakui Munzir sebagai Ketua. Seperti yang diakui Tgk Idris, Ketua Forum Keuchik Kecamatan Banda Alam.

Menurutnya, Munzir terpilih dengan 20 suara dari seluruh kecamatan dalam wilayah Aceh Timur.

“Munzir sudah sah terpilih sebagai Ketua Forum Keuchik Aceh Timur dan terpilih setelah difasilitasi BPMPKS setempat,” tegas Tgk Idris.

Baca: 20 Warga Negara Cina di PT Medco Dipertanyakan Izin Kerjanya

Editor : Yudi
Kategori : Pemerintahan, Aceh Timur
www www