Home >  Berita >  Umum

Banjir Bandang Rendam Trumon Timur, 1.338 Warga Mengungsi

Banjir Bandang Rendam Trumon Timur, 1.338 Warga Mengungsi
Ilustrasi
Kamis, 06 April 2017 14:19 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Dusun Simpang Empat dan Dusun Alue Tengoh, Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur, Aceh Selatan diterjang banjir bandang pada Selasa (4/4/2017) sekitar pukul 21.00 WIB malam, pasca wilayah tersebut diguyur hujan lebat sejak pagi hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Sufli melaporkan, banjir bandang yang merendam pemukiman penduduk antara 1 hingga 1,5 meter tersebut mengakibatkan 237 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 1.338 jiwa penduduk setempat terpaksa harus mengungsi ke rumah-rumah sanak famili mereka.

Baca: Diterjang Banjir Bandang Tiba-tiba, Warga Aceh Singkil Sempat Panik 

"Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang tersebut, namun karena ketinggian air mencapai 1,5 meter mengakibatkan para korban banjir harus meninggalkan rumah mereka pada malam itu untuk mengungsi sementara ke rumah kerabatnya," kata Sufli saat dihubungi wartawan di Tapaktuan, Kamis (6/4/2017).

Ads
Hasil pantauan pihaknya, banjir yang terjadi secara tiba-tiba tersebut turut serta menghanyutkan bongkahan kayu gelondongan dari hulu sungai, telah mengakibatkan ratusan hektare lahan pertanian milik warga setempat seperti sawit, jagung dan kacang tanah termasuk cabai rusak berat, karena tertimbun material kayu dan sedimen lumpur.

Tidak hanya itu, kata dia, luapan banjir juga turut serta merendam badan jalan negara lintasan Tapaktuan-Medan tepatnya di Gampong Jambo Dalem, Kecamatan Trumon Timur setinggi 60 cm.

Akibatnya, puluhan kendaraan roda empat dan roda dua dari kedua arah mengalami macet sekitar satu kilometer selama beberapa jam karena arus lalu lintas tidak bisa dilalui akibat terganggu genangan banjir di atas badan jalan.

Pihaknya, kata Sufli, langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD ke lokasi banjir pada Selasa malam. Termasuk menurunkan rubber boat untuk keperluan evakuasi korban banjir secara darurat.

Baca: Banjir Bandang di Aceh Tengah Rendam Dua Gampong

Beruntung, ujarnya, hantaman banjir bandang tersebut tidak berlangsung lama. Karena setelah ditunggu selama beberapa jam, akhirnya genangan air surut seiring meredanya guyuran hujan.

Upaya pembersihan rumah penduduk, musala dan pesantren, lanjut Sufli, baru bisa dilakukan pihaknya pada Rabu (5/4/2017) pagi dengan menerjunkan  dua unit armada mobil pemadam kebakaran dari Pos Kota Fajar Kecamatan Kluet Utara dan Pos Kecamatan Bakongan.

"Selain menerjunkan mobil pemadam kebakaran, kami juga turut menerjunkan mobil dapur umum dan mendirikan tenda pengungsian. Namun peralatan tersebut tidak perlu difungsikan lagi karena pasca selesai pembersihan rumah dengan dibantu prajurit TNI dan Polri, pada hari itu juga warga korban banjir memilih kembali ke rumahnya masing-masing," ungkap Sufli.

Baca: Ippemata Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang di Takengon 

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www