Wakil Ketua DPRK Aceh Timur:

Mimpi Mengundang Investor ke Aceh, PLN Saja Masih Hidup Mati

Mimpi Mengundang Investor ke Aceh, PLN Saja Masih Hidup Mati
Wakil Ketua DPRK Aceh Timur, Samsul Akbar.
Rabu, 05 April 2017 22:36 WIB
Penulis: Ilyas Ismail
IDI - Terkait soal sering padamnya listrik di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh pada umumnya, Wakil Ketua DPRK Aceh Timur Samsul Akbar, menilai bahwa kinerja PLN masih belum berubah dan masih ketinggalan teknologi.
“Mimpi, Pemerintah Aceh mau mengundang investor untuk berinvestasi di Aceh, sementara sarana listrik saja masih hidup mati,” kata Samsul Akbar kepada GoAceh, Rabu (5/4/2017) malam.

Lanjut Politisi Partai NasDem ini, kondisi listrik sering padam di Aceh seperti sekarang ini, mengingatkan dia 20 tahun silam.

“Sampai kapan masyarakat kita harus terpuruk dengan kondisi listrik yang sering hidup mati seperti ini. Apakah persolan ini akan dirasakan oleh anak cucu kita dua puluh tahun yang akan datang,” keluh Samsul Akbar setengah bertanya.

Ads
Seharusnya PLN, satu-satunya perusahaan BUMN yang tidak mempunyai saingan ini dapat memberikan pelayanan serba prima kepada masyarakat, di tengah kemajuan teknologi seperti sekarang ini.

“Jika sarana listrik kita masih seperti ini, jangankan investasi dari luar daerah atau luar negeri, mak-mak yang mempeunyai usaha produksi kue rumahan saja bisa rugi. Boro-boro kita bicarakan tentang investasi yang membutuhkan puluhan ribu atau ratusan ribu mega watt(MW), tukang loundry saja sulit untuk mengeringkan pakaiannya,” cetus Samsul Akbar putra kelahiran Idi Rayeuk.

Saat disinggung GoAceh tentang dalih pihak PLN hidup mati saat ini untuk persiapan bulan Ramadan nanti. Wakil Ketua DPRK Aceh Timur mengatakan, alasan tersebut sangat tidak masuk akal.

“Apa urusannya pemadaman sekarang untuk persiapan bulan Ramadan, toh sekarang terlihat siang padam, malam pun padam. Kalau pemadaman siang kita maklumi, apalagi di Kota Idi ada pemindahan tiang untuk kepentingan pelebaran jalan, tapi jika padaman terjadi ketika malam hari, apa alasan pihak PLN, apakah pihak PLN saat malam hari juga bekerja membersihkan jaringan dari pohon kayu,” papar Samsul Akbar.

Wakil Ketua DPRK Aceh Timur, meminta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Regional Sumatera terutama Aceh, untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Aceh yang baru saja beberapa tahun lepas dari konflik berkepanjangan.

“Rasanya kami masyarakat Aceh sudah bosan merasakan pemadaman PLN di masa konflik Aceh dulu dengan masa mencapi dua bulan lebih. Harapan kami PLN dapat memberikan kenyamanan kepada kami dalam menikmati perdamaian Aceh yang hakiki,” demikian Samsul Akbar.  


 
 
Editor : Zuamar
Kategori : Pemerintahan, Aceh, Aceh Timur
www www