Forum Pala Aceh Terus Upayakan Solusi Cegah Serangan Hama

Forum Pala Aceh Terus Upayakan Solusi Cegah Serangan Hama
Penyuluhan saol serangan hama terhadap pohon pala, berlangsung di Tapak Tuan, Aceh Selatan, Rabu (5/4/2017). [Hendrik]
Rabu, 05 April 2017 21:06 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Forum Pala Aceh (Forpala) terus berusaha mencari solusi persoalan serangan hama dan penyakit pala. Salah satunya adalah dengan penemuan inovasi baru sambung pala hutan (Pala sambutan) yang merupakan salah satu solusi cerdas untuk menghasilkan bibit pala yang tahan (resisten) terhadap serangan jamur akar putih (JAP) dan ulat penggerek batang.
Ketua Forum Pala Aceh, Mustafril mengatakan inovasi pala sambutan dihasilkan dengan metode dilakukan penyambungan bibit pala hutan dengan teknis (epicothyl grafting).
 
 
Di mana bibit pala hutan yang telah berumur 30 hari setelah berkecambah dan dipindahkan ke polibag, disambung dengan entress (batang atas) dari pucuk dan cabang air dari pohon pala yang telah menghasilkan dengan jenis kelamin betina.

"Keunggulan bibit pala sambutan adalah batang bawah bibit pala sambutan adalah pala hutan, diyakini akar pala hutan tahan terhadap serangan jamur akar putih. Kondisi ini dibuktikan dengan hasil observasi bahwa pala hutan tetap berdiri di areal lahan tanaman pala yang sudah mati," kata Mustafril, di Tapaktuan, Rabu (5/4/2017).
 
Selain itu, bibit pala sambutan juga dapat dipastikan adalah betina karena batang atas hasil epicothyl grafting berasal dari pohon pala hutan betina dengan produktivitas yang tinggi.
 
Di samping itu, bibit pala sambutan juga lebih cepat berbuah karena proses produksi bibit dilakukan secara vegetatif. Sehingga bibit pala sambutan rata-rata telah mulai berbunga 18 bulan sampai 24 bulan dengan panen perdana pada umur tanaman pala 30-36 bulan setelah tanam.
 
 
"Kandungan minyak pala dari bibit pala sambutan diyakini memiliki mutu yang cukup bagus karena mengandung miristisin yang cukup tinggi. Hasil analisis sementara sample minyak pala dari panen perdana mencapai 28,46 persen," ujar Mustafril.
 
Untuk mewujudkan program tersebut, kata dia, forum pala Aceh telah menggelar kegiatan pendampingan program di 13 kecamatan. Adapun 13 kecamatan yang sudah dilakukan pendampingan program sejak tahun 2012 lalu meliputi Kecamatan Labuhanhaji Barat, Labuhanhaji, Labuhanhaji Timur, Meukek, Sawang, Samadua, Tapaktuan, Pasie Raja, Kluet Utara, Bakongan Timur, Trumon Tengah, Kluet Timur dan Kluet Tengah.
 
Untuk rencana kegiatan yang akan dilaksanakan tahun 2017-2018, antara lain adalah pengembangan pala sambutan tumpangsari dengan nilam, mendorong pola kemitraan dengan KPH wilayah VI , sertifikasi organik kebun pala masyarakat, diversifikasi produk olahan pala.
 
 
Kemudian pelatihan produksi bibit pala hutan dan bibit pala sambutan serta sosialisasi perkebunan pala organik. 
Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Aceh Selatan, Aceh, Ekonomi
www www