Home >  Berita >  Umum

Tak Difasilitasi, Nelayan Aceh Selatan Mengaku Kecewa pada Pemkab

Tak Difasilitasi, Nelayan Aceh Selatan Mengaku Kecewa pada Pemkab
Sejumlah nelayan sedang menarik boat yang hendak diperbaiki di PPI Lhok Bengkuang, Tapaktuan, Minggu (2/4/2017). [Hendrik]
Selasa, 04 April 2017 07:59 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Puluhan nelayan Aceh Selatan mengaku kecewa kepada pemerintah kabupaten setempat, khususnya kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan. Soalnya, harapan mereka agar tersedia fasilitas docking kapal (boat) yang memadai untuk menunjang perbaikan kerusakan boat tak kunjung terealisasi.

Setiap kali memperbaiki boat, para nelayan setempat terpaksa menariknya secara manual menggunakan tenaga manusia ke daratan. Sebagian lainnya terpaksa membawa boatnya yang rusak ke Pulau Banyak, Aceh Singkil. Karena di sana tersedia fasilitas docking boat yang bisa difungsikan untuk memperbaiki kerusakan boat ukuran 5 hingga 30 GT.

Baca Jembatan Ini Ambruk, Banyak Nelayan Terperosok Hingga Luka

Salah seorang pemilik boat, Nasrijal (40),  yang dijumpai di PPI Lhok Bengkuang, Tapaktuan, Senin (3/4/2017) menuturkan, dalam sekali boat naik dock secara manual untuk perbaikan badan boat yang mulai keropos di PPI dimaksud, mereka harus mengeluarkan biaya antara Rp2 – 3 juta.

Ads
“Biaya sebesar itu khusus untuk menarik boat ke daratan secara manual menggunakan tenaga manusia. Itu belum lagi biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan boat,” kata Nasrijal.

Baca Nelayan Aceh Utara Bertambah Jadi 10 Ribu Orang

Untuk menarik boat ukuran 5 – 30 GT, kata dia, membutuhkan bantuan tenaga manusia antara 15 – 30 orang dengan waktu kerja sejak pagi hingga sore. Dengan ongkos kerja dalam satu hari mencapai Rp 100 ribu/orang, maka dalam sekali menarik boat ke daratan, mereka harus mengeluarkan biaya antara Rp1,5 – 3 juta.

“Upaya perbaikan kerusakan boat secara manual tersebut sebenarnya sangat beresiko. Sebab selain berpotensi mengancam keselamatan pekerja juga semakin memperparah kerusakan badan boat, karena terjadi gesekan dengan kayu balok saat ditarik secara manual ke atas daratan,” ungkapnya.

Baca 6 Kuala di Aceh Utara Dangkal, Omset Nelayan Menurun

Untuk meringankan beban mereka, Nasrijal meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan agar membangun fasilitas docking sederhana di PPI dimaksud. Sehingga untuk keperluan perbaikan boat rusak, para nelayan setempat tidak perlu harus ke Pulau Banyak, Aceh Singkil atau dengan cara menarik boat ke daratan secara manual.

“Sebenarnya jika Pemkab Aceh Selatan ingin membantu nelayan di sini, cukup dengan cara membangun fasilitas docking secara sederhana saja. Jangan justru seperti pembangunan fasilitas docking sebelumnya setelah selesai justru tidak bisa difungsikan,” tegasnya.

Baca Seorang Nelayan Lhokseumawe Meninggal di Tengah Laut

Keberadaan fasilitas docking boat yang telah dibangun di PPI dimaksud oleh Pemkab Aceh Selatan sekitar tahun 2013 lalu, sebelumnya sempat di kritik dan dikecam oleh kalangan nelayan setempat. Soalnya, keberadaan fasilitas infrastruktur tersebut justru tidak bisa difungsikan setelah selesai dibangun. Akibatnya, bangunan yang dibangun dipinggir laut PPI Lhok Bengkuang tersebut terlihat sudah mulai rusak dihantam ombak karena sudah sangat lama terbengkalai.

Editor : TAM
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www