Home > Berita > Umum

Pak Ulis Bantu Kursi Roda untuk Aswadi

Pak Ulis Bantu Kursi Roda untuk Aswadi
Saat penyerahan kursi roda di rumah Aswadi, Dusun Bale Gadeng, Gampong Krueng Seupeng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Minggu (2/4/2017). [Zainal Bakri]
Minggu, 02 April 2017 10:11 WIB

LHOKSUKON – Kesulitan Aswadi, bocah malang yang menderita lumpuh tanpa sebab yang jelas sejak dua tahun terakhir, kini mulai terbantukan. Putra dari pasangan Cut Ikhwani dan M Ishak, warga Dusun Bale Gadeng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara ini mendapatkan bantuan sebuah kursi roda dari seorang donatur. Kursi ini bias digunakan untuk sekadar berjalan keluar rumah atau untuk bersekolah.

Bantuan kursi roda itu diserahkan oleh Muklis Azhar, seorang pengusaha muda di Lhokseumawe, pemilik gerai Ayam Penyet Pak Ulis. Penyerahan kursi roda tersebut dilakukan di rumah Aswadi, Minggu (2/4/2017) disaksikan keuchik setempat, Mahmuddin dan sejumlah mahasiswa dari Universitas Malikussaleh yang sedang melaksanakan KKN di Gampong Krueng Seupeng.

Baca

FEATURE
Aswadi, Bocah Pintar Bernasib Malang dari Aceh Utara

Ads
“Semalam saya dihubungi oleh adik-adik mahasiswa bahwa ada anak yang sangat membutuhkan kursi roda karena menderita lumpuh. Anaknya sangat rajin sekolah dan mengaji. Saya langsung iyakan untuk menyiapkan sebuah kursi roda agar penderitaan Aswadi bisa terbantukan,” kata Muklis Azhar, yang biasa dipanggil Pak Ulis, pengusaha dan juga anggota DPRK Kota Lhokseumawe dari Partai Hanura.

Cut Ikhwani, Ibu Aswadi mengatakan, sejak Aswadi mengalami masalah pada kedua kakinya, ia terus berusaha untuk membawanya berobat ke rumah sakit. Namun tim medis tidak tahu apa yang menyebabkan anak sulungnya dari hari ke hari semakin tak mampu berjalan.

“Mulai sakit saat usia delapan tahun dan kini sudah memasuki dua tahun. Untuk ke sekolah dan mengaji kami harus gendong bergantian dengan ayahnya,” katanya.

Ayah Aswadi, M Ishak, menyebutkan, kondisi paling parah terjadi dalam tiga atau empat bulan terakhir. “Dalam waktu tiga atau empat bulan ini, anak kami sama sekali tidak bisa berjalan lagi. Sehari-hari hanya duduk di rumah. Untuk ke sekolah kami gendong, pulang sekolah juga begitu,” katanya.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Umum, Aceh Utara
wwwwww