Home >  Berita >  Pendidikan

Agama Pondasi Awal Mewujudkan Anak Didik Santun pada Guru

Agama Pondasi Awal Mewujudkan Anak Didik Santun pada Guru
Guru jenjang SD se-Kabupaten Bireuen mengikuti pelatihan pendidikan karakter pendidikan agama, di Aula SKB Bireuen, Rabu (23/3/2017). [Joniful Bahri]
Kamis, 23 Maret 2017 08:00 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Pendidikan dan pembelajaran pendidikan agama sangat menentukan kepribadian, menuntun seorang anak yang berbudi dan akan menjadikan mahluk yang lebih sosial di lingkungannya.

Pada hakikatnya pendidikan merupakan proses pendewasaan manusia menjadi manusia seutuhnya bila diberangi dengan pendidikan agama di sekolah, maka akan menjadi salah satu upaya pendewasaan manusia pada dimensi spiritual-religius.
 
Hal itu dikatakan Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bireuen, Nasrul Yuliansyah saat membuka pelatihan guru agama jenjang sekolah dasar se-Kabupaten Bireuen tahun 2017, di Aula SKB Bireuen, Rabu (23/3/2017). 

Menurut Nasrul Yuliansyah, pelatihan ini digelar agar semua guru agama mempunyai pemahaman dan paradigma sama, bukan cuma substansi materi, melainkan juga metodologi cara ajar, dalam materi pembelajaran agama Islam di sekolah-sekolah. 

“Dulu awalnya pendidikan, mendidik benih manusia agar anak manusia ini tumbuh menjadi seorang yang berakhlak mulia. Misi utama lembaga pendidikan  mengajarkan budi pekerti, etika, santun terhadap orangtua dan guru serta hormat kepada orang lain,” katanya. 

Namun belakangan, orientasi dunia pendidikan jaman sekarang lebih kearah dan berorientasi bagaimana meningkat kecerdasan, prestasi, keterampilan, dan bagaimana menghadapi persaingan, sehingga anak-anak egois. 

Untuk itu, kedua hal ini dianggap menjadi tugas guru diberangi peran wali di rumah. Sekolah berlomba menonjolkan kurikulum yang dipercaya bisa menciptakan generasi yang punya kerakter dan ahklak. 

"Dengan pelatihan ini, kita berharap bermanfaat dapat meningkatkan pemahaman siswa sekolah terhadap nilai dan ajaran Islam," harap Nasrul Yuliansyah. 

Sebelumnya, Panitia Pelaksana Anita Fonna melaporkan, kegiatan pelatihan ini berlangsung selama tiga hari dan diikuti 90 peserta. Mereka terdiri dari guru agama jenjang sekolah dasar dengan menghadirkan narasumber, Nazaruddin Abdullah, Mulyadi Zakaria, Nazlyansyah serta Azmida Rizka. 

“Pelatihan ini lebih dititik beratkan, agar guru mengembangkan potensi, minat, bakat dan berusaha menekan potensi negatif dari karakter anak didik yang tidak baik, sehingga perlu ditanamkan pendidikan agama,” katanya.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Pendidikan, Bireuen
www www