Warga Kota Bahagia tak Bahagia, Irigasi Alur Duamas tak Berfungsi

Warga Kota Bahagia tak Bahagia, Irigasi Alur Duamas tak Berfungsi
Irigasi di Gampong Alur Duamas, Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan
Rabu, 22 Maret 2017 17:29 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Masyarakat beberapa gampong dalam Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan mengaku kecewa dengan realisasi pekerjaan proyek pembangunan irigasi di Gampong Alur Duamas, kecamatan setempat.
Soalnya, keberadaan fasilitas infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran daerah mencapai miliaran rupiah tersebut terlihat mubazir dan tidak bisa difungsikan oleh masyarakat.
 
Pantauan GoAceh, Rabu (22/3/2017), bangunan pintu bendungan irigasi yang dibangun di sisi kanan sungai Gampong Alur Duamas, melalui sumber APBK 2015 mencapai Rp3 miliar terlihat sudah patah.
 
"Bukti perencanaan proyek tersebut terkesan kurang matang terlihat dari penyusunan batu gajah melintangi badan sungai. Sementara kondisi muara sungai sangat dangkal, sehingga ketika debit air sungai meluap secara otomatis pantulannya menerjang bendungan pintu air di sisi kanan sungai," kata warga setempat, Abduh Sani.
 
Selain itu, Abduh Sani juga mengkritisi pembangunan proyek pintu pengontrol debit air irigasi sumber dana APBK Aceh Selatan 2016 mencapai miliaran rupiah yang dibangun di sisi kiri sungai.
 
Soalnya, keberadaan proyek tersebut justru dibangun di atas daratan tanpa suplai air bukan berada dalam sungai, sehingga keberadaan proyek tersebut terkesan sia-sia atau mubazir.
 
"Kami heran melihat proyek tersebut, kenapa dibangun secara terpisah dengan muara sungai, sehingga tidak jelas fungsi dan kegunaan proyek tersebut," sesalnya.
 
Dia menyatakan, psscaditerjang banjir bandang beberapa waktu lalu yang mengakibatkan bendungan pintu irigasi patah, telah mengakibatkan suplai air dari Sungai Alur Duamas terganggu.
 
"Kondisi terganggunya pasokan air ke lahan persawahan warga sudah lama pascapintu bendungan irigasi patah diterjang banjir. Namun, sayangnya sampai saat ini belum diperbaiki oleh pihak terkait. Karena itu, kami berharap agar fasilitas infrastruktur yang sudah rusak tersebut segera diperbaiki kembali sehingga suplai air ke lahan persawahan warga kembali normal," pintanya.
 
Sementara itu, mantan Kepala Bidang Pengairan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Aceh Selatan, Adi ketika dikonfirmasi mengaku, pembangunan proyek tersebut telah berlangsung sebelum dia menjabat, sehingga yang bersangkutan tidak mengetahui persis terkait proyek tersebut.
 
"Kalau mengenai keberadaan proyek itu saya tidak tahu sebab sebelum saya menjabat proyek tersebut memang sudah dikerjakan," ujarnya singkat.
Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Selatan, Ekonomi
www www