Home >  Berita >  Umum

Tokoh Masyarakat Kutablang Bireuen Desak Dibangun Jembatan Darurat

Tokoh Masyarakat Kutablang Bireuen Desak Dibangun Jembatan Darurat
Imum Mukim, Keuchik dan tokoh masyarakat Kutablang, Bireuen melakukan pertemuan dan menuntut dibangunnya jembatan darurat, dalam sebuah rapat, Selasa (21/3/2017) sore. [Joniful Bahri]
Selasa, 21 Maret 2017 22:06 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Sejumlah Imum Mukim, Mukim dan tokoh masyarakat di kawasan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen mendesak pihak terkait untuk membangun jembatan darurat di kawasan setempat.

Belakangan, usai dibongkarnya jembatan Krueng Tingkeum, anak sekolah  dan warga di bagian barat dan timur jembatan tersebut harus mengunakan jasa boat untuk menyeberang sungai ke sekolah dan bekerja di pusat Kota Kecamatan Kutablang.

Baca juga: Jembatan Kutablang Bireuen Hampir Rampung Dibongkar

“Kami sangat mengharap agar dibangun jembatan gantung atau jembatan darurat atau perahu  getek, memudahkan siswa dan guru yang mengejar ke Kutablang,” kata Imum Mukim Kutablang, Azhar saat pertemuan dengan  anggota DPRK Bireuen, tim Satker PJN I Aceh dan Balai I Aceh, di  ruang DPRK setempat, Selasa (21/3/2017) sore.

Ads
Dalam agenda pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua I DPRK Bireuen, Athaillah M Saleh, juga turut membahas tentang keluh kesah masyarakat Kutablang serta mencari solusi yang terbaik untuk menyahuti keluhan masyarakat.

Pertemuan itu juga turut dihadir beberapa kepala dinas terkait, Muspika Kutablang, keuchik serta  perwakilan tokoh masyarakat di Kutablang.

Baca juga:Pembongkaran Lantai Jembatan Kutablang Jadi Tontonan Warga

Nada yang sama juga dikatakan beberapa keuchik lainnya. Menurut mereka pemerintah untuk menyediakan spead boat yang layak jalan. Karena jalan alternatif yang ada sekarang tidak efektif bagi anak sekolah dan masyarakat Kutablang.

“Selama sepakan ini,  warga yang tidak memiliki sepeda motor terpaksa harus memutar atau berjalan kaki atau mendayung sepeda lewat jalan alternatif mencapai 10 kilometer,” ujar sejumlah warga di kawasan itu.

Sementara itu,  anggota DPRK Bireuen, Ismail Adam  dalam pertemuan itu menyebutkan, setelah dibongkarnya jembatan itu, pihaknya sangat prihatin, apa lagi anak-anak yang harus berangkat mengaji pada malam hari harus ikut memutar ke jalan anternatif.

Baca juga: Pasadibongkar Jembatan Kutablang
Jalur Utara Jauh dan Berdebu, Kendaraan Pilih Jalur Lawan Arah

“Selama ini warga Kutablang yang masyarakat kurang mampu atau yang tidak memiliki kendaraan roda dua, berharap dibangun jembatan darurat, sehingga memudahkan mereka, terlebih bila ada anak-anaknya yang pergi mengaji,” katanya.

Editor : Zuamar
Kategori : Umum, Bireuen
www www