Pelaksanaan Syariat Islam di Agara Belum Maksimal

Pelaksanaan Syariat Islam di Agara Belum Maksimal
Ilustrasi
Rabu, 15 Maret 2017 12:17 WIB
Penulis: Jufri P

KUTACANE – Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) belum serius dalam menegakkan syariat Islam. Buktinya, di kabupaten yang terkenal dengan julukan Bumi Sepakat Segenap tersebut, masih banyak warung Tuak (miras) yang buka di sejumlah gampong.

Demikian penilaian Humas Badan Kerjasama Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Agara, Asnawi kepada GoAceh, Rabu (15/3/2017).

Ia mengungkapkan, warung Tuak di sejumlah gampong tersebut semakin menjamur bahkan terkesan sangat bebas penjualannya.

Baca: Kadis SI Aceh Bangga Lihat Perkembangan Syariat Islam di Gampong Sukarejo

Ads
Hal itu disebabkan, tidak adanya upaya penindakan yang tegas dari DSI Agara dan instansi terkait lainnya.

“Jika masalah ini terus dibiarkan, kita khawatir penegakkan syariat Islam tidak dapat dilaksanakan secara kaffah di Aceh Tenggara," tegas Asnawi.

Menurutnya, seharusnya warung Tuak ini jangan dibiarkan beroperasi karena bertentangan dan melanggar Qanun Aceh tentang Khamar (minuman keras) Nomor 12 Tahun 2003 serta Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014.

Jadi diminta, DSI Agara harus benar-benar serius dalam penegakkan syariat Islam.

“Jangan hanya teori dan program cat langit saja tetapi harus ada bukti nyata bahwa DSI Agara serius untuk proses pelaksanaan syariat Islam dari tingkat gampong hingga di kabupaten," tandas Asnawi.

Baca: Dinas Syariat Islam Nagan Raya Buka Ruang Isbat Nikah

Editor : Yudi
Kategori : Aceh Tenggara, Hukrim
www www