Kabid di RSUDYA Tapaktuan: Stok Obat di Distributor Sedang Kosong

Kabid di RSUDYA Tapaktuan: Stok Obat di Distributor Sedang Kosong
Ilustrasi
Rabu, 15 Maret 2017 16:31 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Menyikapi persoalan kekosongan obat-obatan di RSUD Yuliddin Away Tapaktuan, Kepala Bidang Pelayanan Cut Dewi menjelaskan, persoalan itu tidak ada unsur kesengajaan, melainkan karena stok obat-obatan di beberapa distributor di Medan dan Banda Aceh sedang kosong.

“Khusus untuk jenis obat-obatan penting seperti parasetamol infus memang wajib kami sediakan. Tapi kendalanya sekarang ini kami sudah menghubungi beberapa pihak distributor di Medan dan Banda Aceh. Semuanya mengaku stok obat jenis itu sedang kosong," kata Cut Dewi ketika dikonfirmasi wartawan di RSUD YA Tapaktuan, Rabu (15/3/2017).

Sambungnya, mereka meminta waktu untuk menyediakannya mulai dari dua hari sampai satu minggu. "Kemudian kami sudah menyetujui penyediaan obat-obatan dengan distributor Banda Aceh yang mampu menyediakan obat selama dua hari,” ucapnya.

Cut Dewi juga memastikan, stok obat–obatan di RSUDYA Tapaktuan biasanya cukup sampai dua hingga tiga bulan, setiap tahun berjalan. Namun khusus terhadap jenis obat-obatan tertentu seperti parasetamol infus seperti yang dikeluhkan tersebut memang telah kosong sejak beberapa bulan lalu karena meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan obat itu.

“Seperti untuk kebutuhan tahun 2017 ini, padahal kami telah stok obat sejak bulan Desember 2016. Namun secara tiba-tiba pada Januari dan Februari 2017 terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien. Kebetulan saja, mayoritas masyarakat yang berobat tersebut mengalami sakit yang membutuhkan obat jenis parasetamol infus sehingga mengakibatkan jenis obat dimaksud cepat kosong,” ungkap Cut Dewi.

Sementara, sambung Cut Dewi, misalnya untuk menghindari kekosongan obat-obatan kemudian pihak rumah sakit menyediakan stok obat dalam jumlah banyak agar cukup dalam beberapa bulan ke depan.

Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena justru dikhawatirkan akan menjadi temuan kasus oleh pihak DPRK Aceh Selatan dan BPK RI Perwakilan Aceh yang rutin selalu melakukan pengawasan dan pemeriksaan.

“Jadi persoalan stok obat ini bukan mudah seperti dibayangkan. Sebab terkadang khusus terhadap jenis obat tertentu mengalami kekosongan dari pihak distributor itu sendiri. Sementara di saat jenis obat itu ada, mau kita stok dalam jumlah banyak pun tidak bisa, karena justru akan menjadi temuan kasus oleh pihak DPRK dan BPK RI, jadi serba salah,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan kebijakan pihak rumah sakit meminta kepada keluarga pasien agar membeli obat di apotek luar rumah sakit jika jenis obat tertentu sedang kosong, Cut Dewi memastikan seluruh biaya yang dikeluarkan oleh pihak keluarga pasien tersebut akan diganti oleh pihak RSUDYA.

“Intinya bahwa terhadap obat-obatan pasien peserta BPJS yang memang ditanggung oleh rumah sakit, seluruhnya gratis. Hanya saja ketika jenis obat tertentu sedang kosong maka pihak rumah sakit meminta kepada keluarga pasien agar membelinya di luar. Kuitansi bukti pembelian tersebut harus dilampirkan saat menagih biaya pembelian obat-obatan tersebut kepada Bendahara Rumah Sakit,” pinta Cut Dewi.

Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Selatan, Umum
www www