Dokter Spesialis: Obat Masuk ke Formularium Rumah Sakit Wajib ada

Dokter Spesialis: Obat Masuk ke Formularium Rumah Sakit Wajib ada
Ilustrasi
Rabu, 15 Maret 2017 16:07 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Menanggapi protes keluarga Nurbaiti, pasien asal Kluet Raya, Aceh Selatan yang menyebutkan tidak tersedia obat-obatan yang cukup sesuai resep dokter, kemudian dokter yang menanganinya memberikan penjelasan.

Dokter spesialis penyakit dalam, Safrian mengatakan, dalam memberikan resep obat kepada pasien, pihaknya tetap mengacu kepada ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

“Dalam artian, resep obat yang diberikan tersebut harus mengacu kepada formularium nasional. Namun karena formularium nasional tersebut tidak mungkin dipenuhi semua, maka dibuatlah formularium obat-obatan rumah sakit. Sesuai ketentuan obat-obatan yang masuk dalam formularium rumah sakit tersebut wajib ada. Jika seorang dokter mengeluarkan resep obat di luar formularium rumah sakit baru bisa disalahkan dokter,” kata Safrian ketika dikonfirmasi wartawan di RSUD Yulidin Away, Tapaktuan, Rabu (15/3/2017). 

Baca jugaL Pasien RSUDYA Tapaktuan Tak ada Obat, Eks Panglima GAM Protes

Dia mengaku bahwa terkait persoalan kekosongan obat–obatan di rumah sakit pelat merah tersebut telah berlangsung lama, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat selaku pengguna jasa kesehatan. Namun sayangnya, sampai saat ini belum persoalan tersebut justru belum mampu di atasi oleh pihak terkait.

“Kalau berbicara peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, seharusnya langkah konkrit dan prioritas yang perlu dilakukan oleh rumah sakit ialah harus bisa memfasilitasi dokter specialis dalam bekerja sesuai standar pelayanan tertinggi dalam sebuah rumah sakit," katanya.

Namun kenyataan yang terjadi di lapangan selama ini justru sebaliknya, sebab dengan terjadinya persoalan kekosongan obat tersebut justru sangat mengganggu konsentrasi para dokter spesialis dalam bekerja. Apalagi persoalan seperti ini bukan ini kali pertama. 

“Saya melihat bahwa, persoalan kekosongan obat tersebut seperti tutup lobang gali lobang. Karena dalam prosesnya di lapangan, misalnya ada obat A justru kosong obat B, demikian terus selanjutnya, sehingga persoalan-persoalan yang sama kembali muncul," cetusnya.

Dia mengusulkan kepada manajemen rumah sakit agar dalam menyediakan obat-obatan jangan menunggu stok obat lama sampai habis, melainkan sebelum habis sudah ada cadangan obat lain.

Baca juga: Kabid di RSUDYA Tapaktuan: Stok Obat di Distributor Sedang Kosong

Ads
Editor : Kamal Usandi
Kategori : Aceh Selatan, Umum
www www