Dhamer Syam, Sang Jawara Aceh Selatan Bertekad Mengayomi Keuchik

Dhamer Syam, Sang Jawara Aceh Selatan Bertekad Mengayomi Keuchik
Keuchik Kampung Paya, Dhamer Syam.
Selasa, 14 Maret 2017 22:48 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN- Bermodal jujur dan pekerja keras, pria kelahiran 5 Mei 1971 itu telah menyandang beberapa jabatan tertinggi di lingkungan keuchik di Kabupaten Aceh Selatan.

Dia adalah seorang pria lulusan SMA asal Kampung Paya, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan. Namanya Dhamer Syam. Ia mengawali karirnya sebagai keuchik di gampong tersebut, sejak 2013.

Hal itu terbukti, meskipun masih beberapa bulan terpilih menjadi Keuchik Kampung Paya. Tepat pada Oktober 2013, Dhamer Syam kembali dipercaya memimpin Forum Keuchik, Kecamatan Kluet Utara masa bakti 2013–2018. 

Sosok suami dari Khairiyah ini disukai semua kalangan, karena sikapnya yang ramah dan rendah hati, mudah bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat.

Ia tidak hanya mampu menjalin koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat dan sesama keuchik, tetapi juga mampu membangun koordinasi dan komunikasi yang bagus dan intens dengan jajaran pejabat Pemkab Aceh Selatan.

Itu sebabnya, dalam pemilihan Ketua Forum Keuchik Kabupaten Aceh Selatan awal Maret 2017, di Tapaktuan, sosok Keuchik Kampung Paya ini, kembali terpilih menjadi Ketua Forum Keuchik Kabupaten Aceh Selatan masa bhakti 2017–2022.

“Faktor pendidikan dan kekayaan bukan sebuah jaminan bagi kita untuk bisa berbuat dan mendapatkan kepercayaan khalayak ramai. Tapi lebih dari itu adalah, sikap kita yang ramah dan santun, mudah bergaul, mau bekerja keras dan kerja ikhlas serta rendah hati, merupakan modal utama meraih kepercayaan publik termasuk kepercayaan atasan,” kata Dhamer Syam di Tapaktuan, Selasa (14/3/2017). 

Ayah dari tiga gadis tersebut, mengaku sejak kecil tidak pernah bercita-cita menjadi seorang keuchik.

Namun, fakta yang tak pernah diimpikan tersebut, tak kuasa untuk ditolak ketika hampir sebagian besar masyarakat sengaja menginginkan atau meminta dirinya untuk maju mencalonkan diri menjadi keuchik. 

“Alhamdulillah, permintaan dan keinginan masyarakat tersebut langsung terbukti dalam proses pemilihan Kepala Desa Kampung Paya, awal 2013. Sebab pada kenyataannya, saya unggul mutlak dari calon-calon lainnya,” ucap Dhamer Syam.

Untuk membalas sekaligus membuktikan, bahwa dia mampu mengemban amanah dari masyarakat tersebut, setelah dilantik, Dhamer Syam langsung menyusun program skala-prioritas yang harus segera dia realisasikan.

Dari beberapa program kerjanya tersebut, salah satu yang paling prioritas adalah mengfungsikan atau menghidupkan kembali kantor keuchik, yang sudah lama vakum, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan prima dari pemerintah gampong. 

Selain itu, sambung dia, pada 2013 itu pihaknya juga telah mampu menyelesaikan persoalan sebanyak 65 persen dari keseluruhan jumlah masyarakat Kampung Paya yang belum memiliki Kartu Keluarga (KK) nasional.

“Kami menjalin kerja sama secara langsung dengan petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Aceh Selatan agar bersedia jemput bola turun langsung ke Kampung Paya. Alhamdulillah, terhitung selama beberapa bulan, sebanyak 65 persen warga tersebut seluruhnya sudah memiliki KK nasional,” sebut Dhamer Syam.

Hal yang sama, lanjut dia, kembali dilakukan pihaknya dengan cara jemput bola mengurus keperluan masyarakat yang belum memiliki e-KTP dan Akte kelahiran anak.

Sehingga posisi sekarang ini, seluruh warga setempat telah mengantongi identitas kependudukan nasional secara lengkap.

Mengenai dana desa, kata Dhamer Syam, pada alokasi tahun pertama 2015, Kampung Paya mendapat sekitar Rp 500 juta lebih, 2016 sekitar Rp 800 juta lebih dan 2017 sekitar Rp 1 miliar lebih.

Menurutnya, fokus penggunaan seluruh alokasi dana desa yang telah di kucurkan tersebut, antaranya adalah untuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan pekerjaan infrastruktur dan menunjang roda pemerintahan gampong.

“Pemberdayaan masyarakat yang memanfaatkan dana desa, seperti untuk menunjang kegiatan persatuan wirid yasin, menunjang kegiatan seni budaya seperti pencak silat, di mana kegiatan tersebut sampai saat ini masih berjalan. Sementara untuk pekerjaan fisik, salah satu yang menjadi prioritas adalah pemasangan fasilitas air bersih di mushala,” sebutnya.

Selama ini, pengelolaaan dan menjalan progam dana desa belum ada kendala dan hambatan yang berarti.

Namun dari segi proses pelaksanaan di lapangan, pihaknya mengharapkan agar alokasi dana desa dicairkan tepat pada awal tahun, bukan pada pertengahan tahun seperti yang terjadi selama ini.

“Sebab, jika realisasinya pertengahan tahun seperti selama ini, maka terkendala pada pembuatan atau penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG). Buktinya, sekarang ini seluruh gampong di Aceh Selatan belum ada APBG, pembuatan APBG tersebut harus mengacu kepada Peraturan Bupati (Perbup). Sementara untuk Perbup saja sampai sekarang ini belum siap,” ungkapnya.

Kendala lainnya, sambung dia, terkait pemahaman masyarakat awam pada awal-awal tahun pertama turunnya dana desa. Sebab pada saat itu, pemahaman masyarakat seolah-olah para keuchik mempergunakan dana desa secara sesuka hati dan semena-mena.

Padahal, setiap penggunanaan anggaran dimaksud harus melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dusun, kemudian berlanjut musrenbang desa, musrenbang kecamatan sampai musrenbang kabupaten.

“Fakta ini merupakan sebuah bukti, bahwa keuchik tidak bisa seenaknya mengutak-atik dana desa,” tegasnya.

Terkait kepercayaan yang telah diberikan oleh 260 kepala desa seluruh Aceh Selatan, yang telah memilihnya sebagai Ketua Forum Keuchik Kabupaten, Dhamer Syam mengaku akan menjawab kepercayaan itu dengan memfokuskan pengembangan dan kemajuan forum keuchik Aceh Selatan.

“Program kerja utama yang segera akan saya wujudkan adalah menjalin kekompakan dan meningkatkan jalinan komunikasi dan koordinasi antar sesama keuchik seluruh Aceh Selatan. Sehingga jika ada salah seorang keuchik di Aceh Selatan mengalami persoalan atau sedang sakit, maka persoalan atau sakit yang dialami seorang keuchik itu juga wajib atau harus dirasakan oleh para keuchik lainnya, dalam artian sakit sama kami pikul senang harus sama juga kami rasakan,” pungkasnya.

Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Pemerintahan, Aceh Selatan
www www