Home >  Berita >  Ekonomi

Serangan Hama Meluas, Pengusaha Pala Aceh Selatan Rugi Besar

Serangan Hama Meluas, Pengusaha Pala Aceh Selatan Rugi Besar
Ilustrasi
Minggu, 12 Maret 2017 16:05 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Sejumlah pengusaha ketel penyulingan pala di Kabupaten Aceh Selatan mengaku menanggung kerugian besar sejak beberapa tahun terakhir karena antara hasil produksi minyak pala tidak sebanding dengan kebutuhan pedagang pengumpul di Medan, Sumatera Utara.

Salah seorang pengusaha ketel pala di Kecamatan Meukek, Mansyur kepada GoAceh, Minggu (12/3/2017) mengatakan, permintaan minyak pala dari pedagang pengumpul di Medan, Sumatera Utara sejak beberapa tahun terakhir cenderung menunjukkan grafik peningkatan, menyusul tingginya permintaan atau kebutuhan konsumen luar negeri.

Baca: Buah Kakao Diserang Hama, Petani Merugi

“Namun peluang bisnis tersebut terpaksa dilepas begitu saja karena minimnya hasil produksi di Aceh Selatan,” kata Mansyur.

Ads
Padahal, lanjutnya, dengan tingginya permintaan konsumen namun ketersediaan minyak pala terbatas, telah mengakibatkan melambungnya harga pala basah menyusul terjadi kenaikan sangat signifikan harga minyak pala.

Dia menyebutkan, posisi harga minyak pala sekarang ini telah mencapai Rp 800.000/kg atau mengalami kenaikan mencapai Rp 200.000/kg dari posisi Juni 2016 lalu yang masih bertengger pada harga Rp 600.000/kg.

Dengan harga minyak pala sebesar itu, kata dia, secara otomatis berdampak terjadinya kenaikan harga pala basah yang mencapai Rp 40.000-Rp 45.000/kg.

Angka ini jauh melambung tinggi dibandingkan harga pala basah pada Juni 2016 lalu yang masih bertengger di posisi Rp 20.000/kg.

“Sayangnya, meskipun harga komoditas pala sudah melambung tinggi, namun hasil produksinya sekarang ini sangat minim. Jangankan untuk mendapatkan material pala kering yang bisa langsung dimasak (disuling) dengan ketel. Untuk mendapatkan pala basah saja sangat sulit. Penurunan jumlah produksi pala di Aceh Selatan sejak beberapa tahun terakhir mencapai 50 persen lebih,” ungkapnya.

Baca: Pemkab Terkesan Tidak Serius Tangani Hama Pisang di Langkahan

Menurut dia, penurunan produksi pala yang sangat signifikan tersebut murni disebabkan karena serangan hama jamur akar putih dan ulat penggerek batang yang telah memusnahkan ribuan hektar tanaman pala milik petani Aceh Selatan sejak beberapa tahun terakhir.

Sebagian petani di daerah itu menyebut, serangan hama mematikan tersebut seperti semacam kutukan dari Tuhan.

Soalnya, meskipun sudah berlangsung lama dimana ribuan hektare tanaman pala yang sebelumnya sudah mati telah diganti dengan bibit tanaman pala baru, tapi serangan hama dimaksud masih tetap berlangsung sampai sekarang ini.

Pihak Pemkab Aceh Selatan sendiri telah mencari berbagai cara formulasi yang tepat untuk mengatasi persoalan yang sangat meresahkan petani setempat.

Baik bekerja sama dengan tenaga ahli Universitas Syiah Kuala Banda Aceh maupun menggandeng langsung tenaga ahli dari Balittri, Bogor, Jawa Barat.

Baca: Padi Benih Subsidi Diserang Hama, Mantri Tani dan Babinsa Turun Tangan

Editor : Yudi
Kategori : Ekonomi, Aceh Selatan
www www