Home >  Berita >  Umum

Terkait Dugaan Pembukaan Lahan Fiktif, Ini Kata Direktur BUMD Fajar Selatan

Terkait Dugaan Pembukaan Lahan Fiktif, Ini Kata Direktur BUMD Fajar Selatan
Ilustrasi
Jum'at, 10 Maret 2017 17:34 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Fajar Selatan, Azwar MR membantah tudingan yang menyebutkan pihaknya membuka lahan untuk dijadikan perkebunan jagung dan sawit secara fiktif di Kecamatan Trumon.

Menurutnya, pembukaan lahan oleh BUMD Fajar Selatan dengan cara bekerja sama dengan masyarakat Gampong Ie Meudama, Kecamatan Trumon seluas 235 hektare tersebut telah rampung dikerjakan sejak lama.

Baca: Dewan Pengawas Temukan Banyak Persoalan di BUMD Fajar Selatan

Namun karena kucuran dana hibah sumber APBK Aceh Selatan sudah dihentikan sejak 2016 maka menghambat realisasi program kerja mereka.

Ads
Azwar memastikan, lahan yang sudah selesai dibuka oleh BUMD Fajar Selatan bekerja sama dengan masyarakat Gampong Ie Meudama seluas 235 hektar.

Program awal di atas lahan tersebut akan dilakukan pembudidayaan jagung di sela-sela tanaman sawit.

Namun pasca kucuran dana hibah dihentikan sejak 2016, juga berdampak terhentinya realisasi program tersebut,” kata Azwar ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (9/3/2017) kemarin.

Menurut dia, kebijakan penghentian kucuran dana hibah sumber APBK oleh pihak Pemkab Aceh Selatan berdasarkan rekomendasi dari DPRK setempat.

Tidak saja menghambat program kerja pembudidayaan jagung dan penanaman sawit di Trumon, tapi juga mengganggu berbagai program kerja lainnya yang sedang dirintis pihaknya.

Baca: Pengadaan Kendaraan Menggunakan Perusahaan Pribadi, Ini Kata Direktur BUMD Fajar Selatan

Beberapa program kerja yang sedang dirintis tersebut, seperti pembukaan Kantor Unit BUMD Fajar Selatan di Geulumbuk, Kecamatan Kluet Utara yang rencananya akan berfungsi sebagai tempat penampungan dan pemasaran hasil produksi pertanian petani Aceh Selatan.

Selain itu, lanjut Azwar, pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan investor Tiongkok untuk melakukan survei wilayah pertambangan emas dan bijih besi di Kecamatan Kluet Tengah, Sawang dan Meukek.

Namun sayangnya, program tersebut kembali gagal karena terbentur dengan masih berlakunya kebijakan moratorium tambang Gubernur Aceh.

Baca: Kendaraan dan Lahan Sawit BUMD Fajar Harapan Belum Tercatat

Saat ditanya, dari jumlah keseluruhan anggaran yang akan dikucurkan Pemkab Aceh Selatan kepada BUMD Fajar Selatan Rp5 miliar, namun sejauh ini sudah direalisasikan sebanyak Rp3 miliar, kemana saja anggaran tersebut di gunakan?

Azwar menjelaskan, sebagai perusahaan yang harus bergerak kembali dari nol, kucuran dana tahap pertama khusus diperuntukkan sewa kantor, mobiler dan perekrutan karyawan, sehingga seluruh anggaran habis untuk itu. Tahap kedua khusus diperuntukkan terhadap biaya operasional.

Menurutnya, biaya operasional ini sudah termasuk gaji karyawan dan anggaran kegiatan survei ke lapangan.

Kucuran anggaran selanjutnya khusus untuk penyediaan unit pembelian dan pemasaran jagung di Geulumbuk, Kecamatan Kluet Utara.

Terakhir untuk plot lahan dan saat ini lahan tersebut sudah selesai dibuka di Gampong Ie Meudama, Kecamatan Trumon.

“Seharusnya, jika kucuran anggaran tidak dihentikan oleh Pemkab Aceh Selatan maka anggaran lanjutan tersebut kami rencanakan untuk pembudidayaan jagung. Sebab sistem kerja BUMD ini kan berbentuk investasi dan dagang. Investasi membutuhkan jangka waktu yang panjang baru membuahkan hasil,” tegas Azwar.

Baca: Pembukaan Lahan BUMD Fajar Selatan Diduga Fiktif

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www