Home >  Berita >  Hukrim

Pembukaan Lahan BUMD Fajar Selatan Diduga Fiktif

Pembukaan Lahan BUMD Fajar Selatan Diduga Fiktif
Ilustrasi [Mongabay]
Jum'at, 10 Maret 2017 16:40 WIB
Penulis: Hendrik

TAPAKTUAN - Anggota DPRK Aceh Selatan, Tgk Adi Zulmawar, menyatakan program pembukaan lahan untuk dijadikan perkebunan jagung dan sawit di Gampong Ie Meudama, Kecamatan Trumon oleh pihak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Fajar Selatan diduga mengarah ke fiktif.

Tgk Adi mengungkapkan, sejak Direktur BUMD Fajar Selatan yang baru atas nama Azwar MR dilantik tahun 2014 lalu, perusahaan daerah plat merah tersebut sudah menerima kucuran dana hibah dari Pemkab Aceh Selatan sebesar Rp 3 miliar. Dana itu disalurkan dalam dua tahap yang diklaim telah membuka lahan di wilayah Trumon mencapai 200 hektare lebih.

“Kami sudah turun langsung meninjau lokasi pembukaan lahan tersebut di Gampong Ie Meudama, Kecamatan Trumon. Dari hasil pantauan kami, ternyata pembukaan lahan dilakukan dalam beberapa titik bukan terpusat dalam satu lokasi. Namun anehnya, dalam satu titik itu paling maksimal luasnya sekitar 6 hektar. Sehingga setelah kami gabungkan dengan beberapa titik yang sudah dibuka, terkesan mustahil mencapai luas keseluruhannya 200 hektare lebih,” kata Tgk Adi Zulmawar kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat (10/3/2017).

Untuk menguatkan lagi temuan kasus tersebut, Tgk Adi Zulmawar kemudian bertanya kepada rekannya sesama anggota DPRK Aceh Selatan yakni Armia Majid dan Zakaria Isa. “Zakaria Isa ini merupakan mantan keuchik selama 20 tahun di salah satu gampong dalam Kecamatan Trumon. Mereka berdua baik Zakaria Isa dan Armia Majid sama – sama putra asli setempat,” katanya.

Zakaria Isa dan Armia Majid juga memastikan bahwa, sepengetahuan mereka tidak ada lahan kosong yang boleh ditebang untuk dibuka lahan perkebunan sawit atau jagung mencapai 200 hektare lebih di wilayah tersebut.

“Jikapun ada maka harus ditebang hutan dalam kawasan suaka margasatwa rawa Singkil. Tapi hasil pantauan kami langsung, dari lahan yang sudah ditebang itu saja belum mencapai luasnya 200 hektare. Jumlah itu tergolong sangat luas, bukan sebesar yang diklaim tersebut,” ujar Tgk Adi Zulmawar menirukan ucapan Zakaria Isa dan Armia Majid.

Ads
Editor : TAM
Kategori : Hukrim, Aceh Selatan
www www