Home >  Berita >  Olahraga

Aceh Selatan Dinilai tidak Siap Hadapi Event Olahraga

Aceh Selatan Dinilai tidak Siap Hadapi Event Olahraga
Bestari Raden.
Kamis, 09 Maret 2017 19:11 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Tokoh Olahraga yang juga pelatih senior cabang atletik Kabupaten Aceh Selatan, Bestari Raden, mengkritisi kinerja Pemkab setempat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan karena dinilainya belum melakukan persiapan apapun sampai saat ini menghadapi event olahraga besar tingkat provinsi seperti Popda, Pra Pora dan O2SN.

“Saya melihat sampai saat ini belum ada persiapan apapun seperti Pra-Pora dan O2SN yang akan bergulir pertengahan 2017 ini serta Popda pada 2018. Sementara daerah–daerah lain terlihat sudah sejak jauh-jauh hari melakukan persiapan untuk mewujudkan target raihan prestasi yang memuaskan,” kata Bestari Raden kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (9/3/2017).

Menurut dia, bukti ketidak siapan Pemkab Aceh Selatan terlihat jelas dengan belum adanya kegiatan perekrutan calon atlet dari seluruh cabang olahraga serta pembenahan lapangan-lapangan olahraga.

Sementara jika dibandingkan dengan daerah lain dalam Provinsi Aceh, sudah jauh melaju kencang karena untuk sekarang ini sudah masuk tahap pemusatan latihan secara terfokus.

Namun Kabupaten Aceh Selatan, lanjut Bestari,  jangankan diharap sudah selesai perekrutan calon atlet, tingkat ketersediaan lapangan olahraga saja masih minim.

Padahal sebelumnya sudah ada lapangan atletik di lapangan Naga Tapaktuan, tapi usai pembenahan lapangan sepakbola tersebut, dinilai turut merusakkan lapangan atletik.

Demikian juga lapangan sepakbola Padang Simantok Meukek, usai dilakukan pembenahan justru tambah rusak. Sayangnya, kerusakan-kerusakan lapangan tersebut sampai sekarang ini belum terlihat akan diperbaiki pihak terkait.

“Belum diperbaikinya kerusakan lapangan atletik di Lapangan Naga Tapaktuan memang sangat ironis. Sebab cabang atletik selama ini sudah terbukti selalu memberikan kontribusi raihan medali yang memuaskan bagi daerah. Tapi itupun tidak menjadi perhatian skalaprioritas Pemkab Aceh Selatan, kan sangat aneh dan terkesan bodoh,” beber Bestari Raden.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Aceh Selatan Syamsulijar melalui Kabid Olah Raga Munawir Hasan, ketika dikondirmasi menyatakan bahwa pihaknya hanya bertanggungjawab terhadap persiapan Popda.

Sedangkan untuk Pra-Pora langsung ranahnya pihak KONI demikian juga O2SN menjadi kewenangan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Dalam rangka menghadapi bakal digulirkannya Popda 2018 di Takengon, Aceh Tengah kami telah membentuk Badan Pembina Olahraha Pelajar Indonesia Kabupaten Aceh Selatan. Badan ini terdiri dari koordinator dan para pelatih dari masing-masing cabang olahraga. Merekalah yang bertugas merekrut dan membina para atlet yang akan berlaga nantinya,” papar Munawir.

Di samping itu, lanjut Munawir, pihaknya juga telah menjalin koordinasi dengan pihak–pihak terkait lainnya seperti Dinas Pendidikan Aceh Selatan, UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Kantor Kementerian Agama Aceh Selatan.

Langkah itu dilakukan bertujuan untuk mempermudah proses perekrutan para atlet dari masing-masing lembaga pendidikan instansi dimaksud.

Sedangkan terkait lapangan atletik yang belum bisa difungsikan usai pengerjaan proyek peningkatan pembangunan lapangan sepakbola lapangan Naga Tapaktuan, menurut Munawir hal itu segera akan dibenahi kembali oleh pihaknya setelah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Selatan.

“Karena pos anggaran khusus untuk pembenahan lapangan atletik tersebut tidak tersedia, maka kami akan berkoordinasi dengan Bupati Aceh Selatan dalam waktu dekat ini, untuk meminta petunjuk dalam rangka rehabilitasi kembali lapangan atletik dimaksud,” pungkas Munawir. 

Ads
Editor : Zuamar
Kategori : Olahraga, Aceh, Aceh Selatan
www www