Home >  Berita >  Umum

Dewan Minta Aparat Usut Pembangunan Puskesmas Sawang Aceh Selatan

Dewan Minta Aparat Usut Pembangunan Puskesmas Sawang Aceh Selatan
Kondisi Puskesmas yang berlokasi di Gampong Meuligo, Kecamatan Sawang, Rabu (8/3/2017). [Hendrik]
Rabu, 08 Maret 2017 21:25 WIB
Penulis: Hendrik
TAPAKTUAN - Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan, Tgk Adi Zulmawar meminta kepada pihak Polres dan Kejari Aceh Selatan segera mengusut pembangunan proyek Puskesmas Kecamatan Sawang, Aceh Selatan.

Soalnya, proyek yang dibangun pada tahun 2015 dan berlanjut tahun 2016. “Banyak item pekerjaan pada proyek yang telah menghabiskan anggaran mencapai Rp2,7 miliar lebih tersebut tidak memuaskan masyarakat karena kuat dugaan dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak. Karena itu kami meminta kepada aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini,” kata Tgk Adi Zulmawar kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (8/3/2017).

Legislator dari Partai Aceh ini mengungkapkan, beberapa bagian dalam pengerjaan proyek itu masih ada kekurangan seperti kosen pintu dan kosen jendela sudah terlihat retak-retak dan baling, sehingga mengakibatkan pintu dan jendela susah dibuka tutup.

Kemudian dari beberapa kamar mandi yang tersedia, hanya berfungsi di ruang rawat inap. Sedangkan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan ruang poly rawat jalan sama sekali tidak berfungsi. Anehnya lagi, kamar mandi yang belum berfungsi itu justru belum terpasang pintu, tidak ada bak kamar mandi, septic tank dan bahkan tidak tersedia suplai air.

Puskesmas yang telah siap dibangun tahun 2016 lalu tersebut sampai sekarang ini juga belum tersedia suplai arus listrik PLN yang maksimal sesuai standar sebuah instalasi kesehatan rawat inap, kecuali hanya sebatas suplai arus PLN secara sementara milik kontraktor pelaksana pembangunan puskesmas dimaksud. Akibatnya, beberapa fasilitas medis seperti UGD belum bisa di fungsikan maksimal karena suplai arus listrik memang belum teraliri ke ruangan tersebut.

“Setahu kami bahwa pada sebuah fasilitas kesehatan apalagi puskesmas rawat inap ketersediaan suplai arus listrik yang cukup, suplai air yang cukup, berfungsinya kamar mandi, toilet, termasuk septic tank merupakan kebutuhan primer. Namun yang anehnya, kebutuhan paling mendesak itu justru tidak tersedia secara memadai. Sementara di sisi lain, pihak Dinas Kesehatan Aceh Selatan terus mendesak pihak tenaga medis setempat untuk memfungsikan puskesmas tersebut sejak 13 Februari 2017 lalu,” sesal Tgk Adi Zulmawar.

Dia menduga bahwa pekerjaan pembangunan Puskesmas rawat inap Kecamatan Sawang tersebut sudah dari sejak perencanaan awal amburadul. Buktinya, tegas Tgk Adi, pembangunan ruang UGD justru terpisah dengan pembangunan ruang rawat inap. Akibatnya para pasien yang harus menjalani rawat inap setelah menjalani pemeriksaan medis di ruang UGD, terpaksa harus digotong pakai tandu oleh perawat. 

“Sudah kemana-mana saya lihat bangunan fasilitas kesehatan, baru kali ini saya melibat konstruksi pembangunan puskesmas aneh bin ajaib. Karena antara ruang UGD dengan ruang rawat inap bisa terpisah atau tertutup dengan tembok,” ujarnya.

Persoalan lain, katanya, pada akses jalan masuk. Sebab di beberapa titik akses jalan masuk justru belum selesai dilakukan pembebasan tanah sehingga mengakibatkan pihak pemilik tanah berencana akan menutup akses jalan masuk.  

 

Ads
Editor : TAM
Kategori : Umum, Aceh Selatan
www www