Home > Berita > Umum

Wartawan Diminta Profesional Jalankan Tugas Jurnalistik

Wartawan Diminta Profesional Jalankan Tugas Jurnalistik
Ketua PWI Kota Langsa, Bahtiar Husin.
Senin, 06 Maret 2017 19:32 WIB
Penulis: Dedek

LANGSA - Wartawan yang bekerja di media cetak, online maupun elektronik, diminta untuk selalu mengedepankan prinsip profesionalisme dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Langsa, Bahtiar Husin kepada GoAceh, Senin (6/3/2017).

Baca: Dua Oknum Wartawan Dibekuk Polres Langsa

"Ini sangat penting untuk diingat oleh setiap wartawan, karena dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, wartawan profesional memiliki rambu-rambu yang telah diatur secara tegas dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik. Ini tidak boleh dilanggar,” tegasnya.

Ads
Ia menjelaskan, wartawan Indonesia yang profesional selalu mengedepankan etika dalam penulisan dan menjaga keberimbangan berita berdasarkan fakta dan realita, serta menghindari persoalan pribadi (konflik-red) dalam pemberitaan.

Selain itu, wartawan juga harus menjaga privasi dan keselamatan bagi narasumber terkait pemberitaan yang bersifat hard (keras/berat-red), dengan tidak membocorkan atau memberikan narasi narasumber sebagai data berita kepada lawan atau sasaran pemberitaan.

“Artinya, ketika seorang narasumber berani memberikan statemen tertentu secara keras dan tegas kepada wartawan untuk data pemberitaan dalam kondisi emosional, seharusnya wartawan profesional melakukan penyaringan setiap narasi narasumber dengan mempertimbangkan tingkat pengaruh atau konflik yang akan muncul dari pernyataan tersebut," ucap Bahtiar.

Baca: Wali Kota Ajak Wartawan Bangun Kota Langsa

Sehingga, lanjutnya, informasi yang diberitakan oleh media tidak menjadi sarana adu domba dan memunculkan konflik lainnya antara narasumber dengan wartawan dan sasaran pemberitaan.

Tambahnya, bila setiap narasi kalimat dari narasumber langsung dipublikasikan secara spontan dan tanpa proses penyaringan oleh wartawan sebagai isi berita, maka hal ini akan berdampak pada ketidakberanian masyarakat untuk menjadi narasumber pemberitaan, karena tidak ada perlindungan dari wartawan itu sendiri.

Wartawan profesional itu wajib tahu semua yang dia tulis, tapi tidak wajib menulis untuk semua yang dia tahu. Artinya setiap berita yang dikeluarkan sudah melalui proses penyaringan kelayakan dan kepatutan sebagai informasi.

“Termasuk menjaga dan melindungi narasi data berita dari narasumber dan tidak menyebarkannya secara utuh kepada pihak ketiga,” tutup Bahtiar.

Baca: Sepmor Wartawan Dicuri Maling di Pidie Jaya

Editor:Yudi
Kategori:Umum, Langsa
wwwwww