Home >  Berita >  Umum

Datok di Aceh Tamiang Dituding Tak Transparan soal Penggunaan ADD

Datok di Aceh Tamiang Dituding Tak Transparan soal Penggunaan ADD
Salah satu Poskamling di Gampong Karang Jadi yang dibangun dengan ADD. [Suparmin]
Kamis, 23 Februari 2017 16:00 WIB
Penulis: Suparmin

KUALASIMPANG – Perangkat Gampong Karang Jadi, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang dituding tidak transparan dalam penggunaan anggaran dana desa (ADD) 2016. Hal tersebut mendapat sorotan dari warga setempat.

“Warga juga meminta diumumkan secara rutin jumlah uang kas gampong yang bersumber dari hasil kebun kelapa sawit milik gampong yang berada di Dusun Blok 19 Gampong Bukit Tinggi (Kebun Kopi) Kecamatan Tenggulun,” kata salah seorang warga berinisial T kepada GoAceh.

Baca: Lagi, Diduga Selewengkan Dana Gampong, Warga Adukan Keuchik ke DPRK

Sementara itu, Datok (Kepala Desa/Keuchik) Gampong Karang Jadi, Surip mengakui tudingan warga tersebut.

Ads
Saat ditemui GoAceh di kediamannya, Surip mengungkapkan, selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) ADD, dirinya belum melakukan pengumuman secara tertulis, namun masih tahap proses pembuatan pengumuman yang dilakukan sekretaris desa.

Lanjutnya, kalau diumumkan melalui media, papan pengumuman, atau selebaran memang belum ada. Tapi secara lisan sudah disampaikan kepada warga tentang hasil pembangunan beserta penggunaan anggarannya.

“Kalau bangunan fisik berupa pembuatan tugu (gapura), pembuatan 4 unit poskamling, pembangunan rabat beton dan pembuatan talud,” jelas Surip.

Ia meneruskan, rabat beton dimaksud dibangun di Dusun Rejo, Dusun Tentrem dan Dusun Mulyo.  Sedangkan lokasi pembangunan talud berada di Dusun Rukun.

“Saya sudah perintahkan Sekdes untuk membuat pengumuman agar bisa lebih banyak diketahui oleh warga tentang semua penggunaan ADD tersebut,” kilahnya.

Menyoal terkait kas gampong yang bersumber dari hasil kebun milik gampong tersebut, Surip juga mengaku, sejak kepemimpinannya sebagai Datok, memang belum pernah memaparkan kepada warga berapa besar aset (uang) yang ada dalam kas.

“Aset berbentuk uang yang sumbernya berasal dari kebun desa, walau tidak pernah diumumkan, tapi penggunaannya jelas, untuk kepentingan warga juga. Uang tersebut dipakai untuk simpan-pinjam,” tutup Surip.

Baca: Kelola Dana Gampong, Kajari Minta Keuchik Transparan

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Aceh Tamiang
www www