Menurut Pengamat, Ini Penyebab Banyaknya Golput di Lhokseumawe

Menurut Pengamat, Ini Penyebab Banyaknya Golput di Lhokseumawe
Ilustrasi
Senin, 20 Februari 2017 14:01 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Dosen Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Kamaruddin menanggapi terkait ramainya penduduk Kota Lhokseumawe tidak memberi suara (Golput) pada Pilkada 2017 yang diperkirakan mencapai hingga 51 ribu orang.

“Banyaknya penduduk yang Golput di Kota Lhokseumawe karena masih banyaknya penduduk yang abu-abu ataupun masih galau terhadap pemimpin yang dipilih pada lima tahun sebelumnya,” katanya saat dihubungi GoAceh, Senin (20/2/2017).

Baca: 46.625 Masyarakat Aceh Selatan Golput

Lanjutnya, selain itu sosialisasi pemilihan kepada masyarakat juga sangat kurang dilakukan oleh penyelenggara.

Ads
Dan yang menjadi permasalahan saat ini, daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak menentu berapa jumlahnya.

“Dalam hal ini, penyelenggara pilkada sebenarnya tidak bisa bekerja sendiri, mereka harus merangkul sejumlah mitra seperti LSM, mahasiswa dan lembaga lainnya,” ungkapnya.

Kamaruddin menambahkan, dalam hal ini, semakin tinggi tingkat pemilih, semakin bagus pula indikator kepada pilkada.

Oleh karenanya, partisipasi pemilih sangat dibutuhkan, sehingga mereka tidak merasa apatis (acuh tak acuh).

“Untuk ke depan, penyelenggara harus lebih tingkatkan sosialisasi kepada masyarakat. Dan juga di awal pilkada harus dilaksanakan jangan ketika hampir hari pemilihan baru dilakukan sosialisasi itu,” sebutnya.

Kamaruddin berharap, untuk ke depan segala proses yang berkaitan dengan pilkada harus dijalankan sesuai tahapan.

Untuk masyarakat, ke depan harus memilih dan jangan kembali golput.

”Pilkada ini penting untuk memilih calon pemimpin kita, untuk membangun kota dan menjadikan Kota Lhokseumawe menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Baca: Banyak Golput, DPT Pilkada Agara Diduga Berantakan

Editor:Yudi
Kategori:Politik, Lhokseumawe
wwwwww