Home >  Berita >  Politik

Terlibat Politik Uang, Penerima dan Pemberi Terancam Penjara

Terlibat Politik Uang, Penerima dan Pemberi Terancam Penjara
Para pengawas pemilihan melakukan aksi gebyar sosialisasi tolak politik uang, Senin (13/2/2017). [Suparmin]
Senin, 13 Februari 2017 19:41 WIB
Penulis: Suparmin
KUALASIMPANG - Panwaslih Kabupaten Aceh Tamiang menggelar gebyar sosialisasi akbar, tentang peraturan pelarangan terhadap penerima dan pemberian uang pada pilkada calon gubernur maupun calon bupati, di-12 kecamatan daerah itu, Senin (13/2/2017)."Sebanyak 900 orang yang meliputi Panwascam, Pengawas Lapangan dan Pengawas TPS se-Kabupaten Aceh Tamiang di 12 kecamatan melakukan sosialisasi akbar ini," ujar Koordinator Humas dan Sosialisasi, KIP setempat, Indra Kurniawan, kepada GoAceh di kantornya.

Baca juga: Besok, Panwaslih Aceh Tamiang Sosialisasi Tolak Politik Uang

Indra menyebutkan, bagi-bagi uang dari paslon atau pihak pendukung dan tim pemenangan paslon kepada masyarakat dengan maksud agar memilih salah satu paslon merupakan tindakan pelanggaran yang harus dicegah.

Ads
Indra berharap, agar masyarakat segera melaporkan jika ada melihat dan menemukan kejadian itu.

"Kepada warga agar secepatnya melaporkan oknum yang melakukan perbuatan upaya membeli suara warga, berikut alat bukti lainnya, catat namanya, tempat dan waktu kejadiannya dan lainnya seperti penyitaan barang bukti uang dan nomor serinya serta lampiran lainnya jika ada, serta saksi saksi. Dan perlu diambil foto dokumennya dengan menggunakan kamera handphone," tegas Indra Kurniawan.

Sambung Indra, pelanggaran ini merupakan tindak pidana pemilu nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah, seperti yang diatur dalam pasal 187.

"Penerima dan pemberi diancam pidana penjara maksimal 6 tahun dan didenda maksimal sebanyak Rp 1 miliar,” pungkasnya.


Editor : Zuamar
Kategori : Politik, Aceh Tamiang
www www