Home >  Berita >  Hukrim

Dinas SI dan Petugas WH Langsa Ciduk Pelaku Khalwat

Dinas SI dan Petugas WH Langsa Ciduk Pelaku Khalwat
Ibrahim Latif
Selasa, 31 Januari 2017 18:16 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Petugas Dinas Syariat Islam dan WH Kota Langsa, Senin (31/1/2017), sekitar pukul 23.00 WIB, berhasil menciduk sepasang kekasih yang sedang mojok. (berkhalwat) di kawasan Jalan Lingkar PTPN I Langsa atau tepatnya Gampong Pondok Kelapa, Kecamatan Langsa Baroe.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif didampingi Danton WH, Manshuri, kepada GoAceh, Selasa (31/1/2017), penangkapan itu berawal dari laporan masyarakat, bahwa di kawasan jalan tersebut banyak sekali pemuda dan pemudi melakukan pacaran, mojok, berboncengan, bermesraan, berciuman di atas sepeda motor.

"Kata masyarakat di sana, sepeda motornya diparkir di bawah pohon sawit di tempat gelap, sementara mereka bermesraan di lokasi yang gelap. Atas laporan itu, makanya petugas SI dan WH melakukan penyisiran dilokasi tersebut," katanya.

Lanjut Ibrahim, ketika petugas sampai dilokasi, puluhan muda-mudi yang sedang berduaan di atas motor berlarian dengan sepeda motor. Namun, petugas berhasil menangkap sepasang muda-mudi yang tidak sempat berhasil melarikan diri yakni RD (30), warga Gampong Alue Dua, Kecamatan Langsa Baroe dan QM (28), warga Gampong Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat.

Ads
"Saat ditangkap keduanya sedang bermesraan di atas sepeda motor, pada malam itu juga mereka kita bawa ke Kantor Dinas Syariat Islam untuk dilakukan pemeriksaan," ungkap Ibrahim.

Sementara itu, sambung Ibrahim, saat diminta keterangan, mereka mengakui berpacaran dan sudah sering melakukan khalwat dan ikhtilat yaitu sering pergi berduaan, bermesraan dan berciuman di atas sepeda motor pada malam hari dilokasi tersebut.

Namun demikia, kepada petugas mereka mengakui belum pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. Tapi, mereka tetap diproses sesuai hukum qanun syariat Islam yang berlaku dan selanjutnya kita panggil masing-masing keluarga serta pihak gampong.

"Apabila kasus ini tidak dimediasi secara adat, maka kasusnya akan kita proses sesuai dengan hukum Qanun Aceh Nomor: 6 tahun 2014, tentang hukum jinayat dan akan dihukum cambuk," tandas Ibrahim.
Kategori : Hukrim, Langsa
www www