Pemotongan Upah Karyawan PT Mopoli Raya Diduga Pelanggaran

Pemotongan Upah Karyawan PT Mopoli Raya Diduga Pelanggaran
Suasana pertemuan utusan karyawan dengan perusahaan saat aksi mogok karyawan PT Mopoli Raya, Jumat (27/1/2016). [Suparmin]
Jum'at, 27 Januari 2017 23:11 WIB
Penulis: Suparmin
KUALA SIMPANG - Tuntutan ratusan karyawan PT Mopoli Raya, Kebun Serang Jaya, Kabupaten Langkat sekitar Rp1 juta atas upah mereka sejak hampir 2 tahun lalu masih belum mendapat jawaban pasti dari pengurus perusahaan. Para pekerja menuntut upah yang telah dipotong tanpa alasan hukum yang jelas tersebut untuk segera dikembalikan kepada mereka.

Baca: Jalan di Serang Jaya Rusak Parah

Pasalnya, pemotongan upah tersebut sangat bertentangan dengan Undang-undang Tenaga Kerja yang berlaku dan dilakukan secara sepihak.

Ads
Karyawan menilai, perlakuan perusahaan tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang dan penindasan terhadap pekerja.

"Kami akan terus menuntut hak kami walaupun harus menempuh jalur hukum,” kata salah seorang karyawan, Mawardi. 

Manager PT Mopoli Kebun Serang Jaya, Ahdama Fizal saat dikonfirmasi GoAceh mengatakan, pemotongan upah buruh mulai ratusan ribu hingga Rp1 juta tersebut tidak melanggar undang-undang.

Menurutnya, kesepakatan dengan karyawan hanya berdasarkan perjanjian kerja bersama (PKB) yang tidak mengacu kepada undang undang resmi pemerintah. 

"Ini berdasarkan PKB, kalau melanggar undang-undang ya tidak tahu. Inikan kesepakan dengan karyawan," ujar Ahdama, Jumat (27/1/2017).

Sementara itu, seluruh karyawan sadar bahwa PKB tersebut hanya dibuat dan disepakati antara perusahaan dengan oknum Pengurus Unit Kerja (PUK) SPSI setempat tanpa pernah melibatkan seluruh buruh yang notabene anggota SPSI.

Baca: Gaji Sering Dipotong, Ratusan Pekerja PT Mopoli Raya Mogok Kerja

"Kami tidak pernah dilibatkan dalam hal ini oleh ketua PUK SPSI, bahkan sejak dilantik sebagai Ketua, belum pernah sekalipun mengadakan rapat anggota. Kami tahu dia tidak memihak kepada buruh dan tidak pernah memperdulikan nasib buruh," ucap karyawan lain, Herman Pelani.

Sesuai keterangan dari para karyawan, perusahaan tersebut banyak melakukan dugaan pelanggaran yang bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan serta kasus lainnya.

"Ini hanya sebagian kecil kasus yang ada di perusahaan ini. Oknum asisten dan askeb juga selalu melontarkan kata-kata tidak etis, intimidasi dan pengancaman keselamatan jiwa karyawan," tegas Mawardi.

Baca: Aksi Mogok Buruh PT Mopoli Raya Masuki Hari Kedua

Editor : Yudi
Kategori : Aceh Tamiang, Hukrim
www www