Home >  Berita >  Banda Aceh

Sopir Lari, Polres Aceh Tamiang Amankan Truk Kayu Ilegal

Sopir Lari, Polres Aceh Tamiang Amankan Truk Kayu Ilegal
‚ÄéTruk bermuatan kayu gelondongan diamankan ke Mapolres Aceh Tamiang. [Ist]
Rabu, 25 Januari 2017 19:47 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - ‎Personel Polsek Kejuruan Muda, Aceh Tamiang menangkap satu unit truk bernomor polisi BK 8949 CJ, bermuatan puluhan batang kayu gelondongan tanpa dokumen, di depan Pos Polisi perbatasan Provinsi Aceh-Sumut.‎Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Goenawan mengatakan, truk tersebut diamankan pada Kamis (19/1/2017), kemarin. Sementara seorang sopir melarikan diri.

Baca juga: Diduga Bermuatan Balok Kayu Ilegal, Kapal Myanmar Diamankan

"Sedangkan puluhan batang kayu jenis sembarang keras, berhasil disita beserta truk tersebut, lalu diamankan ke Mapolsek Kejuruan Muda," ujarnya, dikonfirmasi, Rabu (25/1/2017).

Ads
‎Dijelaskannya, Senin (23/1/2017), sejumlah barang bukti telah diserahkan ke Mapolres Aceh Tamiang, guna penyelidikan lebih lanjut.

"Menurut Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra, puluhan kayu gelondongan tersebut diduga dari hasil pembalakan liar di kawasan hutan negara di wilayah Tenggulun, Aceh Tamiang," katanya.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang melihat truk bermuatan kayu, menuju dari Tenggulun ke arah Simpang Seumadam. "‎Kemudan Unit Reskrim Polsek Kejuruan Muda membuntuti mobil sampai Pos Polisi perbatasan Aceh-Sumut dan diberhentikan untuk diperiksa. Ternyata benar, bahwa truk membawa kayu gelondongan," jelas Kombes Pol Goenawan.

Baca juga: Polres Bireuen Segera Lelang Kayu Ilegal

‎Setelah diberhentikan, sopir diminta menunjukkan kelengkapan surat-surat muatan, tetapi yang bersangkutan tidak dapat menunjukkannya."Saat mengecek muatan dan petugas lengah, sopir langsung melarikan diri ke arah Langkat, Sumatera Utara, hingga kini masih buron," sambungnya.

Ia menambahkan, saat ini satu unit truk bernomor polisi BK 8949 CJ beserta 30 batang kayu gelondongan, STNK‎, surat pajak, SIM atas nama Dedi Harianto dan dua lembar surat keterangan asal-usul kayu yang dibuat dan ditandatangani oleh Datuk Penghulu Desa Rimba Sawang, masih diamankan di Mapolres Aceh Tamiang, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kasus ini masih akan tetap diproses sesuai Pasal 94 Undang-Undang RI Nomor 18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan (P3H)," pungkasnya.

Editor : Zuamar
Kategori : Banda Aceh, Aceh Tamiang, Peristiwa
www www