Home >  Berita >  Banda Aceh

Hasanuddin: Syariat Islam Bukan Penghambat Pembangunan

Hasanuddin: Syariat Islam Bukan Penghambat Pembangunan
Plt Wali Kota Banda Aceh, Hasanuddin Ishak. [Safdar]
Senin, 23 Januari 2017 21:05 WIB
Penulis: Safdar

BANDA ACEH - Banda Aceh yang digelar dengan nama Kota Madani dikarenakan keseriusan pemerintah kota tersebut dalam penerapan syariat Islam. Hal ini yang kemudian dipelintir oleh sebagian orang, penerapan syariat Islam di Banda Aceh dapat menghambat pembangunan dan wisatawan di kota tersebut. 

Plt Wali Kota Banda Aceh, Hasanuddin Ishak mengatakan, status kota Banda Aceh sebagai Kota Madani yang bersyariat Islam tidak mengganggu pembangunan ibukota provinsi tersebut.

Baca: Ulama Aceh Serukan Pilih Kepala Daerah Peduli Syariat Islam

"Status Banda Aceh sebagai kota madani bukan berarti kita membatasi pengunjung atau wisatawan ke Banda Aceh. Tapi sebaliknya, kita membuka dan memperkenalkan penerapan syariat Islam dan budaya Islam di Aceh kepada dunia," ujarnya di sela-sela pembahasan kerjasama dengan Konsulat Singapura di Kantor Wali Kota Banda Aceh, Senin (23/1/2017).

Ads
Hasanuddin menambahkan, sudah membuktikan bahwa syariat Islam ini diberlakukan hanya bagi yang beragama Islam, sementara wisatawan yang bukan Islam diharuskan menghormati agama dan budaya yang dianut masyarakat Aceh.

“Tidak ada pemberlakuan hukuman buat mereka," tutup Hasanuddin.

Baca: MPU: Ini Hambatan Penerapan Syariat Islam di Lhokseumawe

Editor : Yudi
Kategori : Banda Aceh, Umum
www www