Home >  Berita >  Pendidikan

Tinjau MIS di Pedalaman Aceh Tengah, Kakanwil Kemenag Aceh Terjebak Lumpur Selama 5 Jam

Tinjau MIS di Pedalaman Aceh Tengah, Kakanwil Kemenag Aceh Terjebak Lumpur Selama 5 Jam
Mobil M Daud Pakeh beserta rombongan terjebak lumpur saat berkunjung ke Gampong Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Jumat (20/1/2017). [Istimewa]
Minggu, 22 Januari 2017 12:03 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah

BANDA ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, M Daud Pakeh, melakukan kunjungan ke salah satu madrasah di pedalaman Aceh, tepatnya Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS), Gampong Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Jumat (20/1/2017) lalu.

Dikatakannya, tujuan kunjungan menempuh medan berat ini untuk melihat langsung potret pendidikan di daerah tersebut.

Baca: Cegah Kesalahan, Kemenag Aceh Terapkan e-Planning 

"Untuk sampai ke lokasi, kita bersama rombongan harus menggunakan mobil khusus untuk medan offroad dan berjuang dengan medan sangat berat. Jalannya masih berlumpur, sehingga beberapa kali mobil rombongan harus berjuang ditarik dari lumpur. Perjalanan yang harusnya ditempuh tidak lebih dari 1 jam, menjadi lebih panjang hingga lebih dari 5 jam," ujarnya kepada GoAceh, Minggu (22/1/2017).

Ads
Saat tiba di lokasi, Kakanwil disambut guru beserta siswa MIS Kala Wih Ilang dan masyarakat setempat. 

Bangunannya sangat memperhatikan, masih berlantai tanah, dinding berbahan papan, serta sejumlah kekurangan lainnya. 

Pada tahun ini, Kanwil Kemenag Aceh akan membangun 3 ruang belajar MIS tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil sempat berdialog dengan guru dan tokoh masyarakat setempat tentang rencana dan target pendidikan di tempat tersebut.

"Yakinlah, prestasi bukan hanya dilahirkan dari gedung-gedung mewah nan megah, tapi juga dari gubuk sederhana yang serba kekurangan," ujar Kakanwil dalam dialognya.

Menariknya, meskipun dalam kondisi serba kekurangan, para siswa siswi "Mutiara" pedalaman itu, tidak menyulut mereka untuk belajar dan mengukir prestasi. 

Anak-anak di sini juga berhak mendapat pendidikan yang sama dengan saudaranya di kota.

"Kita harus menyelamatkan mutiara-mutiara ini," katanya.

Saat kembali dari lokasi, Kakanwil dan rombongan sempat tertahan sekitar 5 jam dalam lumpur, karena kondisi jalan penuh lumpur parah dan kondisi hujan.

Hingga akhirnya tiba mobil bantuan untuk menarik mobil yang ditumpangi dan rombongan.

Baca: Kakanwil Kemenag Aceh Ajak Jajaran KUA Berantas Pungli

Editor : Yudi
Kategori : Pendidikan, Aceh Tengah, Banda Aceh
www www