Home >  Berita >  Hukrim

Tahun 2016, Pelanggar SI di Langsa Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Tahun 2016, Pelanggar SI di Langsa Didominasi Pelajar dan Mahasiswa
Ibrahim Latif
Rabu, 18 Januari 2017 15:15 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Selama tahun 2016 pelaku yang melakukan pelanggaran Syariat Islam (SI) di Kota Langsa didominasi oleh pelajar dan mahasiswa.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Syariat Islam setempat, Ibrahim Latif, kepada GoAceh, Rabu (18/1).

Ia menjelaskan, pelanggaran terhadap Qanun Nomor: 11/2002 tentang syiar Islam (busana islami) dari bulan januari sampai dengan bulan desember 2016 sebanyak 813 orang terjaring dalam razia penertiban busana. Semuanya adalah para pelajar, mahasiswa dan ibu rumah tangga (IRT). 

"Mereka itu, kita tangkap dan kita amankan ke kantor Dinas Syariat Islam karena tidak memakai jilbab dan berpakaian ketat," ujarnya.

Ads
Kemudian, setelah kita lakukan pembinaan, membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya dan memakai pakaian yang Islami (memakai rok dan memakai jilbab), kita kembalikan kepada pihak keluarga untuk pembinaan lebih lanjut. 

Pelanggaran Qanun Nomor: 6/ 2014 Pasal 15 ayat  (1) dan Pasal 16 ayat (1) tentang minuman keras (Miras) atau khamar dan sejenis nya pelaku yang berhasil di amankan dan di proses hukum sejak Januari-Desember tahun lalu sebanyak tiga orang."Pelakunya pria dewasa dan telah di eksekusi cambuk," ucapnya.

Lalu, pelaku yang melanggar Qanun Nomor: 6/2014 Pasal 18 dan pasal 20 tentang maisir(perjudian) selama Januari-Desember lalu sebanyak 21 orang. Pelakunya sebagian pria dewasa dan sebagian lainnya pemuda dan pelajar. Semuanya, mereka telah menjalani proses hukum dan telah dieksekusi cambuk. 

Sementara pelanggaran Qanun Nomor: 6/2014  Pasal 23 ayat (1) tentang khalwat (berdua duaan ditempat yang sunyi dan gelap) selama Januari-Desember lalu kita tangkap sebanyak 42 pasangan. Pelakunya semua para oknum pelajar dan mahasiswa. 

"Untuk kasus ini kita fasilitasi diselesaikan melalui pembinaan mediasi adat oleh petua adat dan petua gampong (desa) masing masing," sebutnya. 

Selanjutnya pelanggaran terhadap Pasal 23 ayat (2) tentang pertiban penyelenggara / penyedia tempat/ fasilitas terhadap pelaku ikhtilat (bermesraan, bercumbu, berciuman) selama Januari-Desember lalu sebanyak tiga orang. Pelakunya perempuan dewasa ( IRT), pelakunya telah menjalani proses hukum dan telah dieksekusi cambuk. 

Namun, pelaku ikhtilat itu sendiri sebanyak  empat orang, pelakunya adalah oknum pelajar, mahasiswa dan janda. Mereka telah menjalani proses hukum dan telah dieksekusi hukuman cambuk.

Sedangkan, pelaku ikhtilat sebanyak tiga pasangan selama Januari-Desember lalu tidak di cambuk, tetapi dimediasi hukum adat oleh petua adat dan petua gampong."Mereka dinikahkan oleh pihak keluarga," tutupnya.
Kategori : Hukrim, Langsa
www www