Video: Soal Rencana Jemput Paksa Terkait Kasus Lecehkan Pancasila, Habib Riziq: Jangan Suuzon Sama Polisi


Habib Riziq saat menyambangi Gedung DPR/MPR. (video: Muslikhin/GoNews)

Rabu, 11 Januari 2017 14:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terkait pelaporan atas kasus pelecehan Pancasila yang melibatkan dirinya, Habib Riziq mengaku sebagai warga negara siap menghadiri panggilan Polda Jawa Barat.

Akan tetapi kata dia, Polisi juga tidak memaksakan kehendaknya.

"Tidak apa-apa, setiap orang yang merasa dirugikan punya hak untuk melapor ke Polda. Hanya perlu saya sampaikan disini bahwa Indonesia adalah negara hukum bukan negara Polisi, tolong catat baik-baik.Indonesia adalah negara hukum bukan negara Polisi," ujarnya kepada wartawan parlemen termasuk GoNews.co, Rabu (11/1/2016) di Gedung DPR/MPR.

Artinya, katanya lagi, Polisi harus menjalankan fungsi sebagai penegak huku. "Jadi begini, Polisi jangan memperalat hukum untuk memanggil atau tidak memanggil sesuai seleranya, tidak bisa begitu. Hukum harus ditegakkan. Saya pikir itu saja, pokoknya Indonesia negara hukum," tukasnya.

Ads
Jadi kalau diperiksa kira-kira Habib datang tidak?

"Sekarang saya tanya, maunya datang atau tidak nih? Pokoknya ikut wartawan saja datang atau tidak, biasanya wartawan mintanya yang ramai-ramai mulu," jawabnya sambil tertawa.

Masih kata dia lagi. Kalau tidak datang mau dijemput paksa. "Ya memang aturannya begitu, kalau ada panggilan pertama tidak datang, ada panggilan kedua, kedua tidak datang ada panggilan ketiga, dan alur berikutnya ya jemput paksa. Begitu kan," tukasnya.

"Jadi kita lihat saja, kalau sehat saya datang, kalau sakit bagaiman? Ya tentu tidak datang," timpalnya.

Sebagian wartawan pun iseng bertanya, kalau sakit dipaksa polisi bagaiman bib?

"Wah jangan suuzon sama Polisi, wah kamu suka suuzon sama polisi, sakit dipaksa," ujarnya.

Iapun mengakhiri wawancara dengan memberikanInformasi terkait akan diadakannya doa bersama jelang Pilkada oleh ormas Islam bulan Februari mendatang.

"Nah Doa boleh kan? Boleh, artinya doa untuk keselamatan bangsa, doa untuk keamanan pilkada di jakarta supaya DKI kedepan mendapatkan kondisi insya allah lebih baik lagi. Insya allah tanggal 11 Februari 2017 ada jalan sehat 212, boleh kan ulama ikut jalan sehat? Wartawan ikut ya kita undang semua, kita jalan sehat dari monas ke HI. Ingat jalan sehat 212 tgl 11 Februari," pungkasnya. ***
Kategori : Pemerintahan, Umum, Politik
www www