Satu Gampong di Abdya Belum Bisa Menarik Dana Desa, Ini Sebab

Satu Gampong di Abdya Belum Bisa Menarik Dana Desa, Ini Sebab
Kepala DPMP4K Abdya, Ruslan Adly. [T Musnizar]
Kamis, 29 Desember 2016 20:50 WIB
Penulis: T Musnizar

BLANG PIDIE – Satu desa di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum bisa menarik dana desa tahap kedua tahun 2017. Persoalan ini terjadi akibat rekomendasi pencairan belum turun.

Kepala DPMP4K Abdya, Ruslan Adly saat ditemui GoAceh, Jumat (29/12/2017), menjelaskan, desa itu belum belum dapat menrealisasikan dana tersebut karena belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan sisa dana yang belum ditransfer ke rekening kas gampong.

Pasalnya, kata Ruslan, gampong tersebut masih ada masalah internal aparatur gampong setempat yang berimbas pada tidak terpenuhinya laporan tranfer tahap I.

“Salah satu permasalahannya karena aparatur gampong di gampong itu belum semuanya menandatangani LPJ tahap I,” terang Ruslan Adly.

Ads
Ruslan Adly mengatakan, jika syarat itu tidak terpenuhi, maka termin kedua desa itu dapat dikenakan finalti.

“Sedang untuk gampong-gampong lain yang telah memenuhi persyaratan, anggarannya sudah mulai diambil untuk melanjutkan program yang tertunda,” tegasnya.

Ruslan menambahkan, pihaknya sudah melakukan indetifikasi terhadap permasalahan yang dihadapai Gampong Geulanggang Gajah itu sehingga belum dapat mencairkan dana desa termin kedua.

“Untuk sata gampong ini kita sudah berulang kali melakukan mediasi, agar LPJ nya diteken semua aparatur gampong dikarenakan laporannya sudah masuk ke Aplikasi,” sebut Ruslan.

Ruslan menyebut, pihaknya memberikan batas waktu penyerahan LPJ tahap I bagi Gampong Geulanggang Gajah itu paling lambat akhir tahun ini, jika tidak pihaknya memastikan anggaran tahap II gampong tersebut akan terkena finalti.

“Kita telah tegaskan itu dan akan terus dilakukan pendampingan. Saya pastikan, kalau semua persyaratan pencairan telah dipenuhi maka segera dicairkan dana termin yang kedua itu,” ujar Ruslan Adly.

Editor:Jamaluddin Idris
Kategori:Aceh Barat Daya, GoNews Group, Ekonomi
wwwwww