Home >  Berita >  Umum

Forwakes dan FJPI Serahkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Gempa Pidie Jaya

Forwakes dan FJPI Serahkan Bantuan Kemanusiaan ke Korban Gempa Pidie Jaya
Ketua Forwakes Sumut, M Yunan saat menyerahkan bantuan secara simbolis yang diterima Geuchik Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Marthonis. (GoSumut/Fatih Al Rizki)
Sabtu, 24 Desember 2016 21:28 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
PIDIE JAYA - Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara dan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Sabtu (24/12/2016).Bantuan tersebut diserahkan dan diterima Geuchik Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Marthonis.

Di Desa Kuta Pangwa ini, menurut informasi yang diterima, merupakan salah satu daerah terparah akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan, kerusakan akibat gempa di daerah ini mencapai 95 persen.

Ketua Forwakes Sumut M Yunan Siregar mengatakan, bantuan yang diberikan Forwakes diharapkan dapat meringankan beban para korban.

Ads
"Ini sebagai bentuk empati kita kepada saudara-saudara kita yang terkena gempa. Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban mereka," kata Yunan.

Bantuan yang disalurkan tersebut, kata dia, merupakan kerjasama dengan sejumlah organisasi dan mitra Forwakes antara lain FJPI, Dinas Kesehatan Sumut, RSUD dr Pirngadi Medan, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) dan sejumlah pihak yang turut berpartisipasi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama mengatakan, pihaknya kembali menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan MP ASI untuk penanganan dan kebutuhan pasca gempa yang melanda wilayah Pidie Jaya.

"Obat obatan yang kita kirim seperti amoxylin, obat batuk, obat luka, anti biotik, masker dan obat obatan lainnya yang paling dibutuhkan," singkatnya.

Di tempat terpisah, Dirut RSUD dr Pirngadi Medan Edwin Effendi menuturkan, kebersamaan dengan saling membantu merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia.

"Bantuan itu tidak harus materi, bantuan moral juga sangat penting agar mereka tidak merasa sendiri, tidak merasa ditinggal," kata Edwin.

Edwin menegaskan, sebagai rumah sakit milik Pemko Medan, mereka selalu siap memberikan bantuan medis bila memang dibutuhkan.

Sementara itu, Geuchik Desa Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Marthonis berterimakasih dengan bantuan yang diberikan tersebut. Bantuan itu nantinya akan disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. 

Dia mengatakan, Desa Kuta Pangwa yang berpenduduk sekitar 180-an kepala keluarga tersebut merupakan daerah terdampak gempa yang cukup parah dengan kerusakan mencapai 95 persen. Hampir semua rumah warga rubuh karena gempa, 15 orang meninggal dunia, 50 orang luka luka dan sampai saat ini masih ada yang dirawat di rumah sakit di Banda Aceh.

"Ada tujuh anak yang meninggal dunia, sisanya orang dewasa termasuk ibu saya. Di sini hampir semua rusak. Kalau pun ada bangunan atau rumah yang masih berdiri, lihatlah ke dalamnya, retak semua. Makanya warga gak berani tinggal di rumah," kata Marthonis.
Editor : Arif
Kategori : Umum, Pemerintahan
www www