Home >  Berita >  Banda Aceh

8 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Diserahkan

8 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Diserahkan
Penyerahan delapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia [Disbudpar Aceh]
Selasa, 20 Desember 2016 07:03 WIB
Penulis: Hafiz Erzansyah
BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Soedarmo diwakili Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan, menyerahkan delapan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Aceh, dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada sejumlah bupati di Indoor Taman Budaya, Banda Aceh, Jumat (16/12/2016) malam.
“Pemberian sertifikat ini adalah bentuk penetapan dari Pemerintah dalam mendukung pengembangan dan pelestarian seni budaya tak benda yang ada di Aceh,” kata Sekda yang membacakan sambutan Gubernur Aceh, melalui rilis yang dilansir Disbudpar Aceh, Selasa (20/12/2016).
Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah awal bagi Pemerintah Aceh untuk menyusun langkah strategis guna menggalakkan kegiatan nyata berupa festival, pertunjukan, seminar, sarasehan atau workshop untuk mendorong semangat melestarikan warisan budaya tak benda tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Reza Fahlevi dalam laporannya menyebutkan, pemberian sertifikat tersebut dalam rangka penetapan Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2016 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 27 Oktober lalu, dimana Aceh memiliki delapan dari 150 daftar warisan budaya takbenda Indonesia.

“Delapan warisan budaya tak benda asal Aceh tersebut adalah tradisi Mak Meugang, Seni tutur Nandong dari Simeulue, Tari Guel dari Bener Meriah, Tari Likok Pulo dari Aceh Besar, Tradisi Pacu Kude dari Aceh Tengah, Menatkahen Hinei dan Canang kayu dari Aceh Singkil serta Meracu dari Aceh Selatan,” jelasnya.

Ads
Kadisbudpar Aceh juga mengucapkan selamat kepada perwakilan daerah yang mendapatkan sertifikat WBTB dan berharap prestasi budaya ini bisa terus dipertahankan dan terus dilestarikan menjadi nilai tambah potensi daerah untuk daya tarik wisata budaya, mengingat Aceh baru-baru ini berhasil menyabet prestasi dunia sebagai World’s Best Halal Cultural Destination 2016.

Pada tahun lalu, pemerintah melalui Kemdikbud juga telah memberikan sertifikat untuk 10 warisan budaya tak benda asal Aceh, yaitu Tari Bines dari Gayo Lues, Tari Rabbani Wahid dari Bireuen, Tari Dampeng dari Aceh Singkil, Tari Rapai Geleng dari Aceh Barat Daya, Tari Seudati dari Pidie, Tari Didong dari Aceh Tengah, Pinto Aceh dari Kota Banda Aceh, Kopiah Riman dari Pidie, Kerajinan Rencong dari Aceh Besar, motif Rumoh Aceh dari Aceh Besar dan Kerawang Gayo dari Aceh Tengah.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Banda Aceh, Aceh, Umum
www www