Home >  Berita >  Umum

Krak...Gruk, Gempa Lagi Mak, Adik Takut Mak

Krak...Gruk, Gempa Lagi Mak, Adik Takut Mak
Sejumlah anak korban gempa berada di titik pengungsian Pidie Jaya, sebagian mereka masih trauma dan takut terhadap gempa susulan, Minggu (11/12/2016). [Joniful Bahri]
Minggu, 11 Desember 2016 17:40 WIB
Penulis: Joniful Bahri

MEUREUDU - Meski dalam keadaan sulit dan keterbatasan mendiami tenda pengungsian, namun suasana ketenangan sedikit teroboti, terutama anak-anak korban gempa di Pidie Jaya.

Pascagempa bumi yang meluluhlantakkan kawasan Pidie Jaya, Bireuen dan sebagian Pidie menjadi catatan duka mendalam, terlebih bagi keluarga yang kehilangan sanak saudaranya.

Baca: Rehabilitasi Rumah Korban Gempa Pidie Jaya Butuh Rp901 Miliar

Namun keceriaan yang seharusnya digenggam oleh anak-anak kembali terbelenggu, dan mereka masih tetap takut dan trauma.

Ads
Seperti pada hari ini, Minggu (11/12/2016), gempa susulan berkekuatan 5,3 SR kembali melanda Pidie Jaya sekira pukul 09.50 WIB.

Krak...krak...gruk-gruk…bocah-bocah tanpa dosa menatap dan pucat basi, lalu saling  berpaling mencari orangtuanya dari keramaian di pengungsian. Ketakutan itu kembali menghujani batin mereka.

“Sini nak…sini, mamak di sini nak,” panggil seorang wanita sambil mendekap dan memeluk erat anaknya.

Baca: Korban Gempa di Samalanga Ada yang Belum Kebagian Bantuan

Entahlah, tiba-tiba sejumlah anak kecil yang dihantui berbagai beban hanya mampu pasrah dalam dekapan erat orangtuanya.

“Gempa lagi ya mak…Adik takut mak...adik takut,” sebut seorang bocah yang kini berada di pengungsian kawasan Meunasah Jangka Buya, Pidie Jaya.   

Hingga Minggu (11/12/2016) gempa susulan terus menghujam hingga 73 kali terjadi sejak gempa pertama, Rabu (7/12/2016) subuh lalu.

Suasana berubah dan sebagian orangtua yang memiliki anak panik,  Ibu-ibu yang sebelumnya duduk, bangkit dan berusaha  menuntun anaknya yang ketakutan.

Baca: Mensos RI Bantu Korban Gempa di Pidie

“Mari ke sini, kita pulang ya, jangan menangis ya nak. Ya Allah semoga gempa tidak terjadi lagi ya Allah,” ucap seorang ibu dengan logat Aceh yang tampak pucat wajahnya.

Tanpa ada perintah, beberapa petugas serta guru relawan yang ditempatkan di beberapa titik pengungsi langsung melakukan pemantauan ke tenda pengungsi, guna melihat anak-anak tersebut.

Baca: Atasi Trauma Anak-anak Korban Gempa, Tim Konseling Polda Aceh Dikirim ke Pijay

Usai suasana menjadi tenang, kemudian petugas baik Polwan dan relawan langsung membujuk seraya membagikan alat tulis dan buku gambar kepada anak-anak.

Tanpa dikomando, anak-anak korban gempa itu langsung duduk dan kembali tenang.

Baca: Dalam Perjalanan, Korban Gempa Dirujuk ke Banda Aceh Meninggal 

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Pidie Jaya
www www