Home >  Berita >  Umum

Aceh Tracker Berhasil Jelajah Gunung Segama Aceh Tamiang

Aceh Tracker Berhasil Jelajah Gunung Segama Aceh Tamiang
Tem ekspedisi Japakeh VIII Aceh Tracker beristirahat di Gunung Segama, Aceh Tamiang
Sabtu, 10 Desember 2016 08:02 WIB

KUALASIMPANG - Setelah melakukan persiapan pendakian selama tiga minggu, Tim Aceh Tracker kembali melanjutkan program Ekspedisi Jelajah 100 Puncak Aceh (Japakeh) di kawasan Pegunungan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang.

Wakil Humas Aceh Tracker, Said Muhammad Chaidir melalui siaran pers kepada GoAceh, Sabtu (10/12/2016) mengatakan, ekspedisi Japakeh VIII Aceh Tracker ini menargetkan puncak Gunung Segama di Tamiang Hulu dengan ketinggian 1.965,4 meter dpl (di atas permukaan laut) berdasarkan keterangan peta (topografi) Rupa Bumi Indonesia 1978.

Berdasarkan peta tersebut, sebagaimana halnya gunung lain di wilayah Aceh, di puncak Gunung Segama terdapat pilar (tugu beton) dengan registrasi nomor S (sekunder), 214 terukir pada plat marmar yang ditempel di salah satu sisi beton. Pilar ini adalah buatan Belanda untuk kepentingan proyek jaring triangulasi untuk peta mereka di Aceh pada tahun 1930-an.

Puncak atau kawasan Gunung Segama yang merupakan titik puncak tertinggi di wilayah Aceh Tamiang ini dapat diakses melalui Kuala Blutan yang notabene salah satu spot wisata Aceh Tamiang di Tamiang Hulu dan juga Gampong Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu.

Ads
Tim Ekspedisi Japakeh VIII Aceh Tracker yang terdiri dari Ketua Tim Said Murthaza (32), serta anggota tim Yusnita Putri (27) dan Rizki (26) mempersiapkan perbekalan selama 13 hari penjelajahan dengan tambahan tiga hari paket logistik untuk menempuh lebih 20 km.

“Sebelum ekspedisi, Tim juga melapor dan berkoordinasi dengan Polres Aceh Tamiang, Muspika Tamiang Hulu dan Datok Penghulu Desa Kaloy, Pak Rabiansyah. Tim diantar menggunakan mobil taft-badak ke rangkang di Kuala Blutan oleh Rasid, warga Kaloy,” kata Said Muhammad Chaidir.


Sesuai standart operating procedure (SOP) Aceh Tracker untuk pelaksanaan eksplorasi alam bebas, tim ekspedisi wajib di-back up Tim D-Track (Unit Rescue Internal) Aceh Tracker yang dikoordinir oleh Nailul Autar dan dimonitor oleh Plt Ketua Aceh Tracker Uun Fajaruna. Sementara Yusnita Putri adalah satu-satunya perempuan dalam tim ini, yang merupakan masyarakat setempat asal Babo, Bandar Pusaka.


Ekspedisi Japakeh VIII Aceh Tracker dilaksanakan sejak 29 November 2016. Setelah menempuh perjalanan selama 10 hari, dengan vegetasi didominasi pohon jenis damar dan jenis-jenis rotan.

Akhirnya Tim mencapai Puncak Pilar Gunung Segama pada 8 Desember 2016 pukul 18.27 WIB setelah dua hari melakukan summit attack dari ketinggian 1350 meter dpl pada jarak 3,5 km dari titik target. Jarak pandang kurang dari 20 meter selama pendakian, baik malam maupun siang hari akibat kabut.


Di sepanjang jalur penjelajahan juga ditemukan bekas-bekas perintisan oleh kelompok/grup masyarakat yang berkeperluan di sekitar Gunung Segama. Berdasarkan kondisi sekitar pilar yang masih 100 persen utuh diketahui bahwa Aceh Tracker bukan tim pertama yang mencapai pilar setelah Belanda mendirikan pilar tersebut.

Program Japakeh Aceh Tracker 2012/2022 yang dimulai sejak Maret 2012 hingga Desember 2016 telah menggapai 14 puncak Aceh, di antaranya:

1. Glee Batee Meucica (2.140 meter dpl di Aceh Besar)
2. Gle Trieng (1.875 m dpl di Aceh Besar)
3. Gle Meutala (1.951 m dpl di Aceh Besar)
4. Gle Meundom (1.851 m dpl di Aceh Besar)
5. Gle Bae (1.588,6 m dpl di Aceh Besar)
6. Gle Goh Dua (1.401 m dpl di Aceh Besar)
7. Gle Sijuek (1.451 m dpl di Aceh Besar)
8. Gle Duek (1.400 m dpl di Aceh Besar)
9. Gunung Api Peutsagoe (2.431m dpl di Pidie)
10. Gle Suku (1.646 m dpl di Aceh Besar)
11. Cot/Gunong Goh (931 m dpl di Bireuen)
12. Gunung Lojang (2.559m dpl di Gayo Lues)

13. Gunung Lembu (3.050 m dpl di Gayo Lues)

14. Gunung Segama (1.965,4 m dpl di Aceh Tamiang)

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Umum, Aceh Tamiang
www www