Home >  Berita >  Ekonomi

Penyair Nusantara Ramaikan Puncak Acara "November Kopi Gayo"

Penyair Nusantara Ramaikan Puncak Acara November Kopi Gayo
Sebuah grub band unjuk kebolehan di Bur Pantan Terong, yakni puncak gunung dengan ketinggian lebih kurang 1600 mdpl di Takengon, Aceh Tengah. Dari bukit tersebut tampak keindahan Danau Laut Tawar yang berada dipinggiran kota tersebut. Penampilan grub band
Senin, 28 November 2016 08:02 WIB
TAKENGON - Lebih dari 50 penyair dan seniman dari berbagai penjuru tanah air hadir memeriahkan puncak acara November Kopi Gayo di Bur Pantan Terong, Takengon, Aceh Tengah, Aceh, Minggu (27/11/2016).Bur Pantan Terong adalah nama sebuah bukit dengan ketinggian lebih kurang 1.640 mdpl. Menurut Dhita, ketua Pelaksana November Kopi Gayo, kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut panen raya yang sedang dinikmati para petani kopi di tanah Gayo meliputi Aceh Tengah dan Bener Meriah serta Gayo Lues.

"Kita mengadakan kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur kepada tuhan atas masa panen yang sedang dirasakan masyarakat di sini," kata Dhita.

Selain itu, acara yang baru pertama kali digelar ini, lanjut Dhita, memberikan ruang kepada para penyair dan seniman luar daerah untuk berkumpul dan mengekspesikan diri di kota berhawa sejuk ini.

Ads
"Mereka baru saja rampung menulis Antologi Puisi Kopi Dunia. Dalam kesempatan ini sebagian dari mereka datang untuk membacakan langsung puisi mereka dalam berbagai kesempatan," tambah Dhita.

Bagi Dhita, kehadiran para penyair dan seniman dalam negeri ini merupakan titik awal memperkenalkan pariwisata melalui seni dan kopi.

"Semoga acara ini tahun depan bisa diselenggarakan oleh pemerintah," tambah dia.

Dijelaskan, antusias peserta yang ingin hadir ke Takengon sangat tinggi sejak diundang dan diberi tahu oleh panitia. Bahkan, sejumlah peserta dari luar negeri sempat menyatakan kehadirannya pada kegiatan tersebut.

"Namun karena banyak hal, mereka urung untuk hadir, kalau dihitung konfirmasi awal mencapai 100 peserta, dari dalam dan luar negeri," tambah dia.

Harus setiap tahun

Sementara itu, Dila, seorang seniman dari Medan, Sumatera Utara, menilai, kegiatan ini akan bagus jika dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Perempuan yang mengaku baru pertama kali mengunjungi Aceh, khususnya Takengon ini, bahkan sangat takjub dengan segala tampilan kegiatan yang digelar oleh panitia.

"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak muda di tanah Gayo ini lebih berani mengeksplorasi kreativitasnya," tambah dia.

"Sejak beberapa hari di sini, saya suka dengan kopi, biasanya tidak. Rasa kopi di sini berkelas. Bahkan, saya minum kopi tanpa gula," lanjut Dila.

Menurut personel band Melodi Kursi ini, kopi dapat menjadi sebuah inspirasi. Bahkan minuman berkafein ini dinilai sangat bernilai seni.

"Karena kopi ini banyak rasa, mengandung nilai seni, soalnya dari cara meraciknya, kelihatan harus dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan seni tinggi," terang Dila.

Ditambahkan, November Kopi merupakan kegiatan yang kreatif dan sangat memberikan ruang kepada para pencinta kopi untuk berkarya. Apalagi, kegiatan ini digelar di atas perbukitan dengan lanskap Danau Laut Tawar, sebuah danau yang berada di pinggiran Kota Takengon.

"Dengan manggung sekaligus melihat keadaan alamnya yang luar biasa ini, terbilang cukup menyatu dengan seni," kata Dila.

Meski demikian, sebagai pengunjung, dia mengharapkan, kebersihan di daerah ini harus ditingkatkan karena wilayah ini bakal menjadi destinasi wisata bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

"Tadi saya melihat masih banyak sampah di pinggiran. Saya kira ini harus diperhatikan, karena akan banyak nantinya para pelancong yang hadir ke daerah ini," pungkas Dila.

Editor : Kamal Usandi
Sumber : kompas.com
Kategori : Ekonomi, Aceh Tengah
www www