Home >  Berita >  Hukrim

Dinas Syariat Islam akan Terus Sosialisasi Qanun Nomor 6 tahun 2014

Dinas Syariat Islam akan Terus Sosialisasi Qanun Nomor 6 tahun 2014
Ilustrasi
Sabtu, 26 November 2016 19:47 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Dinas Syariat Islam bersama petugas WH Kota Langsa akan terus memberikan penyuluhan atau mensosialisasikan Qanun Nomor 6 tahun 2014, tentang hukuman jinayat, kepada seluruh lapisan masyarakat dengan mendatangi masjid, menasah, sekolah, perguruan tinggi serta kantor pemerintahan.

Untuk sosialisasi ke masjid dan menasah setiap selesai Salat Magrib sampai dengan waktu Salat Isya serta saat selesai Salat Subuh. Sementara ke sekolah kita lakukan setiap hari Senin melalui upacara bendera dan ke perguruan tinggi kita buat pertemuan khusus dengan mahasiswa begitu juga di kantor-kantor pemerintah.

"Kegiatan ini sudah berlangsung sejak Januari 2016, dan akan terus berlanjut," sebut Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif, kepada GoAceh, Sabtu (26/11/2016).

Memberikan sosialisasi Qanun Nomor 6 tahun 2014, tentang hukum jinayat kepada seluruh lapisan masyarakat, menurutnya, sangat penting karena hukuman yang berbentuk cambuk, dengan dan penjara sangat berat. Maka perlu diketahui masyarakat luas, karena selain hukuman cambuk juga ada dan penjara yang berat.

Ads
Ia menjelaskan, dalam Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, yang pertama diatur tentang khamar (miras) yakni setiap orang dengan sengaja minum khamar diancam dengan 'Uqubat Hudud 40 kali cambuk. Jika yang bersangkutan mengulangi perbuatannyan akan dicambuk lagi 40 kali ditambah denda 400 gram emas murni atau penjara 40 bulan.

Sementara bagi yang memproduksi, menyimpan/menimbun, menjual, atau memasukkan khamar masing-masing dapat dicambuk 60 kali cambuk atau denda 600 gram emas murni atau penjara 60 bulan. Terhadap pembeli, membawa/ mengangkut, atau menghadiahkan khamar dapat dicambuk 20 kali atau denda 200 gram emas murni atau penjara 20 bulan.

Sedangkan untuk maisir (judi) yaitu perbuatan yang mengandung unsur taruhan atau unsur untung-untungan yang dilakukan antar dua pihak atau lebih, siapa yang menang akan mendapat bayaran dari yang kalah baik secara langsung atau tidak langsung.

Maka setiap orang yang melakukan permainan maisir (judi) dengan nilai taruhan atau nilai keuntungan di bawah dua gram emas murni, maka dihukum cambuk 12 kali atau denda 120 gram emas murni, atau penjara 12 bulan.

"Jika nilai taruhannya atau nilai keuntungannya di atas dua gram emas murni dihukum 30 kali cambuk atau denda 300 gram emas murni, atau penjara 30 bulan," terangnya.

Lanjutnya, bagi pihak yang menyelenggarakan, menyediakan fasilitas tempat atau membiayai permainan maisir (judi) maka yang bersangkutan dapat dicambuk 45 kali atau denda 450 gram emas murni atau pejara 45 bulan.

Kemudian khalwat, adalah perbuatan berada pada tempat tempat terutup atau tersembunyi antara dua orang yang berbeda jenis kelamin yang bukan mukhrim tanpa ikatan pernikihan perbuatan mengarah pada perbuatan zina.

Maka keduanya dihukum cambuk 10 kali atau denda 100 gram murni, atau penjara 10 bulan. Bagi penyedia fasilitas/tempat atau mempromosikan khalwat maka dapat dihukum cambuk 15 kali atau 150 gram emas murni, atau penjara 15 bulan.

Lalu ikhtilath, yaitu perbuatan bermesraan, seperti bercumbu, bersentuh-sentuhan, berpelukan dan berciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami-istiri dengan kerelaan kedua belak pihak, baik pada tempat tertutup atau terbuka.

Maka yang bersangkutan dapat dihukum 30 kali cambuk atau denda 300 gram emas murni, atau penjara 30 bulan. Bagi yang menyelenggarakan, menyediakan fasilitas/ tempat atas perbuatan tersebut dapat dihukum 45 cambuk atau penjara 45 bulan.

Ia menambahkan, zina, bagi pelaku akan dihukum dengan 'Uqubat Hudud cambuk 100 kali dan jika merereka mengulangi lagi perbuatannya maka dicambuk lagi 100 cambuk dan ditambah dengan 'Uqubat Ta'zir denda 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan.

Sementara bagi setiap orang atau badan usaha yang menyediakan fasilitas/ tempat atau mempromosikan perbuatan zina, maka yang bersangkutan dapat dieksekusi cambuk 100 kali cambuk atau denda 1.000 gram emas murni atau penjara 100 bulan.

Selanjutnya pelecehan seksual, yaitu perbuatan asusila atau perbuatan cabul yang dilakukan seorang di depan umum atau tehadap orang lain sebagai korban baik laki-laki maupun perempuan tanpa kerelaan korban.

Maka pelakunya dihukum cambuk 45 kali atau denda 450 gram emas murni atau penjara 45 bulan. Apabila dilakukan dengan anak-anak di bawah umur, maka dapat dicambuk 90 kali cambuk atau denda 900 gram emas murni atau penjara 90 bulan.

Pemerkosaan yakni setipa orang yang melakukan pemerkosaan dihukum cambuk paling sedikit 125 kali cambuk, paling banyak 175 kali cambuk atau denda paling sedikit 1.250 gram emas murni, paling banyak 1.750 gram emas murni, atau denda paling singkat penjara 125 bulan paling banyak 175 bulan penjara.

Kemudian qadzaf, yaitu menuduh seseorang melakukan zina tanpa dapat mengajukan bukti paling kurang 4 orang saksi. Maka kepada orang yang melakukan Qadzaf dapat dihukum 'Uqubat Hudud cambuk 80 kali.

Selanjutnya Liwath, yaitu perbuatan Waria-bencong (laki-laki) memasukkan zakarnya ke dalam dubur laki-laki lain dilakukan dengan kerelaan kedua belah pihak maka dicambuk 100 kali cambuk atau denda 100 gram emas murni, atau penjara 100 bulan.

Kemudian qadzaf, yaitu menuduh seseorang melakukan Zina tanpa dapat mengajukan paling kurang 4 orang saksi. Maka kepada orang yang melakukan Qadzaf dapat dihukum 'Uqubat Hudud cambuk 80 kali.
Kategori : Hukrim, Pemerintahan, Langsa
www www