Home >  Berita >  Umum

Tarian Khas Bireuen, Rabbani Wahid Mulai Dikembangkan ke Sekolah

Tarian Khas Bireuen, Rabbani Wahid Mulai Dikembangkan ke Sekolah
Siswa SMP di kawasan Kota Juang Bireuen mulai belajar kesenin Rabbani Wahid di sekolahnya. Bahkan kesenian mulai diminati siswa di Bireuen, Kamis (3/11/2016). [Ist]
Kamis, 03 November 2016 18:47 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Guna mengangkat kembali khasanah budaya daerah, kesenian Rabbani Wahid yang pernah terkenal di kawasan Samalanga, Kabupaten Bireuen mulai dikembangkan di sejumlah sekolah.

Rabbni Wahid, sebuah tarian nuansa Islam yang dikumandangkan dalam syair religius, awalnya sempat terkenal di luar negeri itu, kini mulai digemari pelajar di Bireuen.

Pembina tarian Rabbani Wahid, Muzakir Zulkifli kepada GoAceh, Kamis (3/11/2016) mengatakan,  tarian khas yang pernah dipopulerkan oleh orangtua terdahulu di kawasan Gampong Pantee Rheng, Samalanga terus dikembangkan.

“Saat ini kita  melakukan berbagai usaha dan kerjasama dengan pihak Dinas Pendidikan Bireuen, sehingga siswa di Bireuen dapat mempelajari tentang seni Rabbani Wahid,  Pantee Rheng sebagai tarian daerahnya sendiri,” kata Muzakir.

Ads
Menurutnya, saat ini arah pembinaan terhadap tarian tersebut terus dilakukan ke sejumlah sekolah. Sejak 2015, ada  tujuh sekolah yang telah melakukan kerjasama guna membina para pelajar tentang  kesenian Rabbani Wahid.  

“Selain SMP Negeri 2 Samalanga, SMPN 1 Peudada, SMPN Jeunieb, SMPN 3 Bireuen, SMPN 1 Juli, SMPN 1 Peusangan dan SMPN 1 Kutablang,” ujar Muzakir.

Untuk tahun ini, sejumlah sekolah di kawasan Kota Juang, Peusangan dan di Kecamatan Makmur juga mulai dijajaki untuk pembinaan kesenian tersebut.

Baca: Siswa SMPN 3 dan SDN I Bireuen Dominasi Juara Panjat Tebing

Kebesaran hati dalam pengembangan kesenian ini tentu setelah usaha yang dilakukan Muzakir terus membuah hasil, dimana saat ini, pihaknya telah menerima Sertifikat dan Hak Paten Seni Budaya ”Tak Benda” dari Kementerian Pendidikan dan Kebudaayan Pusat

“Usaha dan pengabdian demi menjaga kesenian leluhur ini patut dikembangkan sehingga anak cucu kita mengetahui, kalau kesenian Rabbani Wahid itu ada,” katanya.      

Diakuinya, ini merupakan kewajiban untuk pengembangan tarian ini, tidak hanya di Samalanga, tapi semua masyarakat Bireuen serta di daerah lain bisa mendalami serta belajar dan menekuni kesenian Rabbani Wahid.

Baca: Kadis PK Bireuen: Kalau Ada Masalah Sampaikan ke Komite Sekolah, Jangan Mogok

Editor : Yudi
Kategori : Umum, Pendidikan, Bireuen
www www