Home >  Berita >  Gayo Lues

Guna Ekspor Kopi Gayo, Takengon Butuh Dray Port

Guna Ekspor Kopi Gayo, Takengon Butuh Dray Port
Ilustrasi dry port
Senin, 24 Oktober 2016 21:10 WIB
Penulis: Syamsul Bahri

TAKENGON - Guna mendukung ekspor Kopi Gayo, Pemerintah Aceh Tengah mengharapkan dukungan Kementerian Perdagangan untuk mendirikan pelabuhan darat (dry port) agar lebih mudah untuk ekspor. Hal ini disampaikan Bupati, Nasaruddin, Senin, (24/10/2016).

"Kita sudah usulkan, sebelum pendirian dry port terlebih dahulu harus diawali dengan kewenangan kabupaten untuk menerbitkan SKA (Surat Keterangan Asal)," ujar Nasaruddin.

Pernyataan Nasaruddin tersebut juga sudah disampaikannya‎ dalam forum Kontes Kopi Spesialti Indonesia (KKSI) ke-8 yang berlangsung 20-23 Oktober 2016 di Takengon.

Menurut Nasaruddin sudah saatnya SKA dapat diterbitkan di Aceh Tengah, mengingat kuantitas ekspor Kopi Gayo yang sangat besar didukung produktivitas di 3 kabupaten. Di antaranya, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues dengan lahan kopi seluas 115 ribu hektare lebih.

Ads
(Baca: Satu Jam Kualanamu-Takengon, Anda Bisa Menikmati Kopi di Kebunnya)

Sejauh ini, Nasaruddin mengakui Pemerintah telah memberi dukungan sangat besar untuk meningkatkan nilai tambah Kopi Arabica Gayo, di antaranya yang monumental adalah penetapan sertifikat indikasi geografis Kopi Arabica Gayo pada 2010. Ditambah lagi saat ini sedang dalam proses pendaftaran indikasi geografis Kopi Gayo ke Uni Eropa.

Selain itu, Kabupaten Aceh Tengah saat ini merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang diberi kewenangan untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK).

Kesempatan untuk pendirian dry port di Kabupaten Aceh Tengah‎ semakin terbuka setelah mulai diaktifkannya sistem resi gudang kopi dan izin untuk melakukan lelang kopi.

(Baca: Kontes Kopi Sebagai Evaluasi Perkopian Nusantara)

Editor : Kamal Usandi
Kategori : Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tengah, Ekonomi
www www