Home >  Berita >  Ekonomi

Lapak Jualan Diberikan Kepada Pedagang yang Punya Visi Bisnis

Lapak Jualan Diberikan Kepada Pedagang yang Punya Visi Bisnis
Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid, sedang memotong pita sebagai tanda peresmian pasar tradisional Langsa Lama di Gampong Pondok Pabrik, Jumat (21/10/2016) (Dedek).
Jum'at, 21 Oktober 2016 14:53 WIB
Penulis: Dedek
LANGSA - Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Diskoperidag dan UKM) setempat, diminta untuk memberikan lapak atau kios kepada pedagang yang mempunyai visi bisnis atau semangat berdagang.

Karena, jika penyewa kios lapak yang diberikan tidak mempunyai semangat berdagang atau memiliki visi bisnis, maka tidak menutup kemungkinan keberadaan pasar tradisional Langsa Lama tidak berkembang alias tidak berfungsi.

Demikian disampaikan, Marzuki Hamid, pada acara peresmian pasar tradisional Langsa Lama di Gampong Pondok Pabrik Kecamatan Langsa Lama, Jumat (21/10/2016).

Bila lapak ini tidak diberikan kepada pedagang yang mempunyai semangat berdagang atau visi bisnis, kita khawatirkan juga bisa-bisa salah digunakannya,sehingga akan mempengaruhi kemajuan pasar itu sendiri sebagaimana fungsinya.

Ads
"Pasar yang sudah di bangun ini mungkin lebih bagus dari pasar-pasar dahulu yang pernah kita lihat, makanya ini harus diurus secara baik dan profesional oleh pihak Diskoperindag,"ujarnya.

Diskoperindag, sambung wakil wali kota Langsa, pertama kali harus melakukan evaluasi terhadap pedagang. Seperti hari ini pedagang yang di undang sebanyak 40 orang untuk menghadiri peresmian pasar ini, namun yang hadir hanya 9 orang saja.

"Ini perlu di konfirmasi lagi, apakah bersedia jualan disini atau tidak, kalau ada yang tidak bersedia agar dialihkan kepada orang yang bersedia. Kemudian, bagi yang bersedia ini berdagang di pasar ini diminta kepada Diskoperindag bisa memfasilitasi modal usaha kepada para pedagang tersebut,"ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang kita tahu selama ini ada kredit usaha rakyat (KUL) sebesar Rp25 juta.”Saya pikir peluang bagi pedagang yang ingin mendapatkan modal usaha bisa didapat melalui pinjaman sebesar Rp25 juta melalui bank tanpa anggunan, bahkan, telah di umumkan kepada Pemerintah Pusat,”ujarnya.

Diharapkan, keberadaan pasar ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua terutama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya Kecamatan Langsa Lama dan umumnya Kota Langsa.

Pemko Langsa juga mengucapkan terima kasih kepada PTPN-I Langsa yang telah memberikan lahan ini, dalam bentuk ganti rugi sesuai dengan undang-undang yang berlaku, sehingga pasar tradisoinal Langsa lama bisa dibangun.

"Meskipun kita bisa mencicil dengan PTPN-I atas lahan tersebut. Tapi, kalau pihak PTPN-I tidak membantu mungkin pasar tradisional ini tidak terbangun pada waktu itu karena terkendala dengan lahan. Alhamdulillah, PTPN-I bisa mengerti dan memediasi sekaligus memberi izin supaya dapat di bangun,”tandasnya.  
www www