Home >  Berita >  Umum
Wisata Kuliner

Anda ke Meureudu? Jangan Lupa Kue Ade

Minggu, 16 Oktober 2016 12:39 WIB
Penulis: Sita
Ada 10 orang karyawan yang kini bekerja di usaha Ade Meutia. Mereka bertugas memasak seperti membuat adonan hingga membakarnya di tungku. Bahan untuk membuat ade terdiri dari  tepung roti, gula pasir, telur, santan, daun pandan, bawang goreng, minyak goreng dan garam. Mulanya adalah adonan yang terdiri dari tepung roti, gula pasir, telur, garam  dan santan diaduk hingga kalis. Daun pandan diblender, disaring, dan dicampur ke dalam adonan. Selanjutnya loyang yang sudah diisi satu sendok minyak goreng langsung dimasukkan ke tempat masak yang merupakan loyang besar yang sudah berada di atas tungku. Api bawah pun langsung dihidupkan. Saat minyak goreng mulai panas masukkan bawang merah,  saat bawang mulai wangi langsung diisi adonan ade. Loyang ditutup kembali dengan tutup aluminium. Di atasnya dinyalakan api dengan menggunakan tempurung dan limbah kelapa. Api bawah dan api atas dinyalakan hingga adonan didalamnya mematang dengan ciri bagian pinggir dan atasnya berwarna kecoklatan. Pembakaran berlangsung sekitar 10  hingga 15 menit, ketika adonan mulai mengeras, ade siap diangkat.

Saat ini ada tiga rasa ade yang disediakan Ade Muetia, yaitu rasa original, rasa ubi kayu dan rasa durian. Semua proses sama saja, hanya saja untuk rasa ubi kayu, ubi diparut dan dicampur ke dalam adonan. Berikut juga dengan rasa durian. Meutia mengakui pembeli yang terbanyak adalah rasa original. Satu loyang Ade Meutia dijual Rp40 ribu. Juga ada ade berukuran medium dijual Rp25ribu per loyang.

Ade yang sudah dimasak langsung diorder oleh para marketingnya untuk diantar ke toko oleh oleh yang ada di wilayah Kota Meureudu, dan Uleegle. Untuk kota yang jauh seperti  Aceh Tengah,  Banda Aceh hingga Medan mereka menggunakan jasa transportasi bus. “Kami juga menerima banyak pesanan dari luar, mulai dari Jakarta, Pekan Baru dan Jambi,”tutur Meuetia.

Ads
Keunikan Ade Meutia adalah Ia menyertakan loyangnya untuk dibawa ke toko. Penganan baru dibongkar dari loyang ketika produknya dibeli oleh pelanggan.

Apa yang membuat Meutia bersikukuh mempertahankan konsep tradisionalnya? Ia mengisahkan ada beberapa pertimbangan. Seperti daya tahan produknya yang lebih lama, yakni bisa tahan 4 hari bahkan satu minggu jika disimpan di dalam kulkas. “Karena produk kita tidak menggunakan bahan pengawet,”ujarnya.

Editor : Zainal Bakri
Kategori : Umum, Pidie Jaya
www www