Home >  Berita >  Ekonomi

Aceh Tengah Luncurkan Inovasi Pengembangan Jeruk Keprok Gayo

Aceh Tengah Luncurkan Inovasi Pengembangan Jeruk Keprok Gayo
Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyerahkan bibit Jeruk Keprok Gayo kepada petani, Kamis (6/10/2016).
Kamis, 06 Oktober 2016 23:28 WIB
Penulis: Syamsul Bahri

TAKENGON - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Tengah, meluncurkan inovasi strategi pengembangan jeruk Keprok Gayo, Kamis (6/10/2016) di Aula Badan Penyuluhan Dan Tanaman Pangan Aceh Tengah.

Inovasi itu menurut Kepala Dinas Pertanian Aceh Tengah, Nasrun Liwanza berupa pengaturan jarak tanam Jeruk Keprok Gayo yang dikombinasikan dengan tanaman Kopi. "Selama ini jeruk keprok gayo ditanam tidak beraturan, sehingga hasilnya tidak maksimal," ujar Nasrun di sela peluncuran inovasi pengembangan jeruk tradisional Gayo tersebut.

Peluncuran inovasi itu dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin yang ditandai dengan penyerahan secara simbolik 20 ribu bibit Jeruk Keprok Gayo kepada petani.

Kebiasaan petani menanam jeruk sebagai pelindung kopi di posisi mata lima (di tengah persegi antara tanaman kopi) menyebabkan tanaman jeruk mengalami kelembaban tinggi, sehingga rentan timbulnya penyakit cendawan yang menyerang pangkal batang dan ranting. Seterusnya menyebabkan tanaman jeruk mengering serta perlahan mati.

Ads
Pengaturan jarak tanam tersebut menurut Nasrun akan membuat tanaman jeruk lebih tahan penyakit, menyerap unsur hara dengan baik dan pada akhirnya produktivitas tanaman dan kualitas buah yang dihasilkan meningkat.

Nasaruddin menyebutkan Jeruk Keprok Gayo pernah menjadi juara kontes buah nasional pada tahun 1993 kemudian sudah dirilis oleh pemerintah sebagai buah unggul nasional pada tahun 2006.

Puncak pengakuan Jeruk Keprok Gayo ditandai dengan diterbitkannya sertifikat Indikasi Geografis Jeruk Keprok Gayo yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kala pada 18 Juli 2016 lalu di Jakarta.

"Jika masyarakat menyadari hasil dari jeruk bisa melebihi kopi, bahkan petani di Garut Jawa Barat sudah bisa menghasilkan 200 kg per hectare per tahun, di sini juga pasti bisa," sebut Nasaruddin.

Editor : TAM
Kategori : Ekonomi, Aceh Tengah
www www