Minta Tegakkan Syariat Islam, HMI Demo di DPRK Aceh Tenggara

Minta Tegakkan Syariat Islam, HMI Demo di DPRK Aceh Tenggara
Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar aksi demo di Gedung DPRK Aceh Tenggara, Rabu (28/9/2016). [Jufri].
Rabu, 28 September 2016 17:45 WIB
Penulis: Jufri P
KUTACANE - Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Kutacane Aceh Tenggara menggelar aksi demo di Gedung DPRK, Rabu (28/9/2016). Massa HMI mendesak Bupati melalui SKPK terkait dan DPRK untuk menertibkan pemeliharaan ternak babi yang terlalu bebas serta penjualan khamar (minuman keras)."Kita minta Bupati dan Dewan untuk secepatnya membahas dan menerbitkan rancangan qanun terkait larangan untuk mendirikan monumen atau patung bagi umat nonmuslim, karena wilayah ini merupakan bagian dari Aceh, jadi penerapan syariat Islam harus dijalankan," tegas Koordinator Demo, Dicky didampingi Hendra dan Eka.

Sebelum aksi demo berlangsung kepada GoAceh, mereka sempat menyatakan aksi ini dilakukan untuk meminta dan mendesak Pemkab untuk dapat menertibkan kandang hewan ternak babi di luar permukiman warga dan juga tindak tegas pencemaran lingkungan akibat kotoran babi di daerah aliran sungai (DAS) di beberapa gampong.

Sebab pemeliharaan hewan ternak babi harus sesuai dengan Qanun Nomor 7 Tahun 2010. Dicky juga menambahkan agar menindak tegas masyarakat yang menjual khamar terutama jenis tuak, karena jelas melanggar pasal 6 ayat 1 Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2003 tentang Khamar.

Ads
Pantauan GoAceh, massa HMI akhirnya diterima masuk oleh Wakil Ketua DPRK Nazaruddin, dan anggota DPRK, Jamuddin, M Daud (Hanura), Arnod Napitupulu (Golkar) dan lainnya.
Dalam pertemuan itu juga hadir Kadis Peternakan Agara M. Sragafa, Sekretaris Dinas Syariat Islam Alimudin dan perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) serta pihak terkait lannya.

Editor : Kamal Usandi
Kategori : GoNews Group
www www