Cuaca Buruk, Ikan Kering Mahal di Lhokseumawe

Cuaca Buruk, Ikan Kering Mahal di Lhokseumawe
Ibu-ibu mengeringkan ikan di kawasan KP3, Lhokseumawe, Senin (26/9/2016). [Sarina]
Selasa, 27 September 2016 08:34 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE - Faktor cuaca buruk dan angin kencang yang melanda perairan Aceh khususnya Selat Malaka akhir-akhir ini, mempengaruhi hasil produksi ikan kering di kawasan pesisir Pusong Baro, Kota Lhokseumawe.Menurut pengakuan nelayan, cuaca bruruk ini juga mempengaruhi pada penghasilan para pekerja pengeringan ikan yang mayoritas adalah kaum perempuan, sehingga mereka menganggur dalam beberapa minggu.

Salah seorang pekerja pengeringan ikan di kawasan KP3 Pusong Baro, Edo mengatakan, sudah empat bulan terakhir pasokan ikan di tempat pengeringan tersebut kosong, namun baru hari ini mereka bisa memperoleh ikan dari para nelayan.

“Biasanya ikan yang kami keringkan mencapai 20 fiber (kotak pendingin ikan), namun karena pasokan ikan berkurang, hari ini kami hanya mendapatkan ikan hanya empat fiber saja,” ungkapnya.

Ads
Edo juga mengaku, karena pasokan ikan sangat kurang, harga ikan kering pun meningkat menjadi Rp80 ribu per kilogram, sementara sebelumnya Rp50 ribu per kilogram. Selain itu, pendapatan para pekerja biasanya mencapai Rp200 ribu per hari kini hanya Rp50 per hari.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Ekonomi, Lhokseumawe
wwwwww